Tinjau Jargas Kota Samarinda, Dirjen Migas Minta Selesai Tepat Waktu

Samarinda, Pembangunan jaringan gas rumah tangga (Jargas) semakin gencar dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Proyek energi alternatif yang lebih efisien dan efektif bagi rumah tangga ini telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan salah satunya yang tengah dibangun di Kota Samarinda. 

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, menugaskan PT. Pertamina (persero) untuk membangun Jargas Kota Samarinda di Kelurahan Sambutan dan Sungai, Kecamatan Sambutan. Dengan alokasi gas 0,2 MMSCFD (juta meter kubik) yang berasal dari PT Pertamina EP, disiapkan guna memasok 4.500 sambungan rumah tangga (SR). 

Guna memastikan keberlangsungan proyek tersebut, Minggu (25/11),  Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto secara khusus terjun langsung memastikan percepatan penyelesaian proyek jargas yang ditugaskan ke PT Pertamina (Persero) tepat waktu.

"Dengan adanya jargas di Kota Samarinda, pemerintah berharap warga dapat memanfaatkannya secara maksimal. Baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk memulai bisnis kuliner," ujar Djoko.

Pemerintah setiap tahunnya akan terus menambah pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga, sehingga semakin banyak masyarakat mendapatkan manfaat dari jargas ini.

"Dana APBN harus digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya program pembangunan jaringan gas. Prioritasnya bagi rumah sederhana, rusun sederhana, dan daerah-daerah yang jauh lebih membutuhkan penghematan," jelas Djoko.

Sejak tahun 2009 hingga tahun 2017, Pemerintah telah membangun 236.046 sambungan rumah tangga jargas di 31 kabupaten/kota. Pada tahun ini, Pemerintah akan membangun jargas sebanyak 89.664 sambungan di 18 kabupaten/kota.

Pada kesempatan yang sama Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, menyatakan kegembiraannya atas hadirnya infrstruktur Jargas yang dibangun pemerintah melalui APBN bagi warganya. "Jargas sangat membantu warga samarinda untuk mendapatkan energi alternatif yang bersih, murah, aman dan pasti supply-nya aman. Karena jargas tersedia 24 jam," ungkap Syaharie.

Jargas Kota Samarinda dibangun menggunakan APBN dan dilaksanakan oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina, sebagai penanggung jawab proyek. Adapun nanti yang mengoperasikan adalah PT Pertagas Niaga. Pertagas tidak bekerja sendiri, PT Patra Badak Arun Solution (PBAS) dan PT Pertamina Training & Consulting (PTC) juga berperan sebagai kontraktor pelaksana dan tim teknis.

"Sinergi seperti ini menunjukkan komitmen kuat Pertamina Group untuk menyukseskan dan mendukung program pemerintah. Kami targetkan tahun ini seluruh pekerjaan selesai semua," jelas Achmad Herry Syarifuddin Direktur Operasi Pertagas yang juga turut hadir pada kunjungan ini.

Dalam sistem pembayaran, masih menurut Achmad Herry, Jargas Kota Samarinda sudah menggunakan sistem pra-bayar, teknologi yang sama digunakan pada telepon genggam dan listrik. Dengan tarif sebesar Rp 4.400/kubik untuk Rumah Tangga golongan I/ Pelanggan Kecil I dan Rp 6.200/kubik untuk Rumah Tangga golongan II (mewah) tentunya harganya sangat terjangkau bagi masyarakat. (HES)