Jakarta - Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi (Dirtekling Migas) Kementerian ESDM sekaligus Kepala Inspeksi, Noor Arifin Muhammad menyoroti kejadian fatality pada kegiatan operasi hulu dan hilir migas sepanjang tahun 2025. Dalam Forum HSSE peringatan Bulan K3 Nasional yang digelar Senin (19/01) tersebut, Noor juga memberikan amanat sebagai lesson learned bersama.
Dihadapan jajaran PT Pertamina Persero beserta Sub Holding Hulu dan Hilir Migas, Noor menyampaikan amanat lesson learned kinerja keselamatan Migas Tahun 2025 dan Program Keselamatan Migas Tahun 2026. Pertama adalah meningkatkan kesadaran budaya keselamatan migas bagi seluruh personil perusahaan mulai dari manajemen puncak sambil dengan pekerja termasuk mitra kerja. Kedua, memastikan manajemen risiko (job safety analysis hingga mitigasi bahaya) dilakukan dan dipahami pekerja setiap sebelum mulai bekerja.
Kemudian Ketiga, memastikan Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor (CSMS) dijalankan dengan baik mulai dari tahapan pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan. Keempat, menunjuk personel yang memiliki Kompetensi dan Kualifikasi dalam Inspeksi Keselamatan pada kegiatan pemboran, untuk melakukan Inspeksi Keselamatan sebelum dilakukan pemboran.
Selanjutnya Kelima, memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan Mitra Kerja diawasi oleh pengawas Keselamatan yang berkompetensi. Keenam, seluruh kecelakaan wajib dilakukan investigasi untuk didapatkan akar masalah (root cause) dan disampaikan kepada seluruh pekerja di Perusahaan sebagai lesson learned.
Dan yang terakhir Ketujuh, memastikan seluruh Pekerja dan Mitra Kerja memahami Top Ten Risk Perusahaan (Tools & Equipment, Line Of Fire, Hot Work, Ground Disturbance Work, Working at Height, Water Based Activity, Lifting Operation, Powered System, Confined Space, Land Transportation).
Selain menekankan pentingnya lesson learned, Noor juga berpesan kepada para peserta untuk komunikatif kepada pihak Ditjen Migas apabila mengalami kesulitan di lapangan, baik terkait inspeksi maupun perizinan yang melebihi waktu Services-Level Agreement (SLA).
“Kalau memang di luar SLA yang sudah kami tentukan, mohon langsung dikomplain ke kami 24x7 Bapak/Ibu sekalian. Itu yang kita harapkan, sehingga di tahun 2026 kita dapat mencapai target penurunan unplanned shutdown, dan yang penting adalah kita jalankan operasi ini dengan selamat,” pungkas Noor mengakhiri.
Setelah mendengar amanat dari Dirtekling sekaligus Kepala Inspeksi, kegiatan Forum HSSE dilanjutkan dengan acara diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para peserta dan para koordinator unit Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas seperti Koordinator Standardisasi Migas Yuki Haidir, Koordinator Keselamatan Hulu Migas Bambang Eka Satria, Koordinator Keselamatan Hilir Migas Joko Hadi Wibowo, serta Koordinator Usaha Penunjang Migas & Plt. Koordinator Keteknikan dan Keselamatan Lingkungan Migas, Banarwoto.
Kegiatan juga dilanjutkan dengan paparan terkait Budaya Keselamatan Migas yang disampaikan Tim Independen Keselamatan Migas (TIPKM), Soehatman Ramli, SKM, Dipl. SM, MBA, AK3U, Ir. Komar Adiwijaya, M.M., Dipl. SM, AK3U, dan Ir. Samsi Y. Samoeri, M.M., M.Sc., Ph.D.
(RAW)