Bahas Raker TIPKM 2026–2027, Ditjen Migas Fokus Implementasi Budaya Keselamatan Migas

Berita


Jakarta — Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) menggelar kegiatan Pembahasan Rencana Kerja Tim Independen Pengendalian Keselamatan Migas (TIPKM) Tahun 2026 s.d. 2027 pada Rabu (01/04). Kegiatan ini dilaksanakan seiring dengan telah ditetapkannya TIPKM periode 2026–2027 melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 16.K/MG.06/DJM/2024 tanggal 24 Februari 2026.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi TIPKM selama periode sebelumnya dalam mendukung penguatan keselamatan migas nasional.

“Pada hari ini, kami ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota TIPKM atas dukungan, kerja sama, dan dedikasi luar biasa sepanjang tahun 2024 hingga tahun 2025 ini. Kontribusi nyata TIPKM telah menjadi bagian penting dalam roadmap membudayakan keselamatan migas,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai capaian strategis telah berhasil diwujudkan, antara lain penyusunan pedoman penting seperti Kepmen ESDM terkait Penilaian Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM), Kepmen ESDM tentang Pemberian Penghargaan Keselamatan Migas, serta publikasi Atlas Keselamatan Migas Volume 5.

Namun demikian, Noor Arifin Muhammad mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup besar. Ia menyoroti masih adanya tren peningkatan kejadian kecelakaan migas dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.

“Harus kita akui dengan jujur bahwa sepanjang kurun waktu 2024 hingga 2025, masih terdapat tren peningkatan kejadian kecelakaan migas di lapangan. Hal ini menjadi pengingat bagi kita bahwa regulasi dan pedoman yang sangat baik di atas kertas belumlah cukup jika tidak diiringi dengan pengawasan yang ketat dan implementasi budaya di tingkat operasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembahasan rencana kerja TIPKM 2026–2027 menjadi momentum penting, terlebih menjelang dua dekade kiprah TIPKM sejak pertama kali dibentuk pada tahun 2008.

“Untuk masa bakti 2 tahun ke depan, saya menaruh harapan besar agar kita dapat terus bersinergi dan bekerja lebih keras lagi. Kita akan menghadapi dinamika kegiatan usaha migas yang semakin kompleks, ditambah dengan berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan anggaran. Akan tetapi, saya yakin tantangan tersebut tidak akan mengendurkan komitmen kita,” ungkapnya.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua TIPKM, Waluyo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada tim untuk melanjutkan peran strategis dalam pengendalian keselamatan migas.

“Kami aturkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami seluruh anggota TIPKM untuk bisa berkontribusi. Jadi masih dipercaya, terima kasih,” ujar Waluyo.

Ia juga menyampaikan refleksi kritis terhadap kondisi keselamatan migas, mengingat masih tingginya angka kecelakaan meskipun berbagai pengetahuan dan pedoman telah tersedia.

“Buat kami sebetulnya langsung refleksi, ilmunya banyak tapi kok tahun kemarin masih banyak kecelakaannya. Artinya, peran kita ini lebih pada knowledge power dan influence, sementara real playmaker-nya tetap ada di pelaku bisnis,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan utama ke depan adalah bagaimana memastikan agar pelaku usaha benar-benar mengimplementasikan aspek keselamatan secara optimal di lapangan.

“Tantangan kita bagaimana meyakinkan supaya mereka bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Waluyo menegaskan bahwa TIPKM berperan sebagai mitra yang mendukung Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas dalam mencapai target keselamatan, termasuk dalam membangun budaya keselamatan yang lebih kuat.

“Jadi sifatnya kita adalah membantu rencana kerja Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas apa, nanti kita membantu. Sehingga tujuan membangun budaya K3 menjadi lebih baik, bukan sekadar checklist atau compliance,” jelasnya.

Ia berharap ke depan upaya bersama ini dapat mendorong terwujudnya budaya keselamatan migas yang semakin kuat dan berkelanjutan.

“Sehingga nanti satu tujuan dan sasaran, mendukung Ditjen Migas untuk membangun budaya K3,  menjadi lebih baik. Bukan sekedar checklist, bukan sekedar compliance. Sehingga nanti memang harapannya adalah membangun budaya migas, keselamatan yang selalu lebih baik, “ pungkas Waluyo mengakhiri.

(RAW)


Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Telp: 021-5268910. Fax: 021-5268979.
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2026. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.