Visi Hilir Indonesia 2045: Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Energi

Berita

Jakarta - Pemerintah terus memperkuat pengembangan sektor hilir minyak dan gas bumi sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan energi Nasional dan peningkatan nilai tambah ekonomi. Kebijakan ini sejalan dengan agenda pembangunan Nasional dalam Nawa Cita yang menekankan penguatan industri berbasis sumber daya domestik.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Laode Sulaeman Bumi diwakili Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Hendra Gunawan pada forum “Asian Downstream Summit Roadshow 2026,” Selasa (21/03), menyampaikan bahwa penguatan hilirisasi migas menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ditegaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dimana Pemerintah berkomitmen untuk mendorong percepatan hilirisasi guna mewujudkan kemandirian energi dan memperkuat struktur ekonomi nasional.

Dikatakan Hendra kondisi geopolitik saat ini dapat membawa peluang bagi Indonesia untuk berada di titik perubahan strategis. Dengan sumber daya alam yang melimpah dan lokasi yang strategis, negara ini memiliki peluang unik untuk mengembangkan industri hilir yang kompetitif yang meningkatkan keamanan energi sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan lapangan kerja yang substansial.

“Tahun ini kita semua menghadapi tantangan geopolitik yang luar biasa dalam memastikan keamanan energi untuk mendukung perekonomian nasional. Oleh karena itu, sejalan dengan tema kita hari ini, Peta Jalan Hilir Indonesia: Strategi, Target, dan Visi 2045, kita tidak lagi hanya mengandalkan skenario bisnis seperti biasa. Kita membutuhkan keamanan energi melalui strategi dan skenario diversifikasi untuk menggeser sumber impor minyak dan gas, mengelola cadangan energi nasional,” ujar Hendra.

Dihadapan masyarakat migas ASEAN, ia menjelaskan bahwa Pemerintah telah menetapkan Visi Hilir Indonesia 2045 yang mencakup tiga aspek utama, pertama penguatan daya saing sektor hilir dengan membangun industri energi hilir kelas dunia dengan kemampuan pengolahan kuat dan nilai tambah tinggi. Kedua, peningkatan keamanan energi dengan memastikan pasokan energi aman melalui diversifikasi dan cadangan strategis. Terakhir, Pemerintah juga mendorong peningkatan nilai ekonomi lewat pengolahan dalam negeri dan manufaktur berorientasi ekspor.

Dalam implementasinya, Pemerintah mendorong peningkatan kapasitas pengolahan melalui pembangunan kilang baru serta optimalisasi kilang eksisting. Di sektor gas bumi, Pemerintah juga memperluas jaringan infrastruktur pipa dan distribusi untuk meningkatkan akses energi. Selain itu, pembangunan cadangan energi strategis dan penguatan infrastruktur menjadi prioritas untuk menjamin keberlanjutan pasokan energi.

“Melalui kegiatan GRR (Grass Root Refinery) dan RDMP (Refinery Development Master Plan) ini bukan hanya proyek konstruksi besar, tetapi strategi kunci untuk kedaulatan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa Pemerintah menetapkan target pengembangan sektor hilir menuju tahun 2030, antara lain peningkatan kapasitas pengolahan, pembangunan cadangan bahan bakar strategis, penguatan jaringan infrastruktur gas, serta peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir dan kawasan industri terpadu. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemerintah membuka peluang investasi di sektor hilir migas, termasuk proyek kilang dan petrokimia, infrastruktur gas, serta pengembangan biofuel dan bahan bakar terbarukan lainnya. Berbagai kebijakan telah disiapkan, seperti pemberian insentif fiskal, penyederhanaan perizinan, dan kepastian regulasi.

“Kami terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar sektor hilir migas dapat berkembang secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Hendra lebih lanjut,

Pengembangan sektor hilir dilaksanakan melalui peta jalan hingga 2045 yang terbagi dalam tiga fase, yakni ekspansi infrastruktur (2025–2030), integrasi industri (2030–2040), dan penguatan daya saing global (2040–2045). Dalam forum internasional tersebut, Hendra optimistis sektor hilir migas dapat menjadi pilar utama ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional.

“Indonesia menyambut baik kolaborasi Internasional untuk membangun sektor energi hilir yang tangguh dan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memajukan pengelolaan lingkungan melalui Kerangka Kerja Kolaboratif, Pertukaran Pengetahuan, dan Kemakmuran Bersama. Bersama-sama, kita dapat mengubah sektor hilir Indonesia menjadi model keamanan energi dan keunggulan industri, “ tutup Hendra mengakhiri.

(RAW)




Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Telp: 021-5268910. Fax: 021-5268979.
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2026. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.