Demikian hasil rapat dipimpin Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo yang dihadiri Sesditjen Migas Edi Purnomo, wakil dari BPMIGAS dan BPH Migas serta pejabat terkait lainnya, Senin (1/11).

Diharapkan pembahasan oleh tim ini sudah dapat diselesaikan pada akhir November mendatang,  kata Evita.

Pembentukan tim BBG untuk transportasi tersebut merupakan tindak lanjut rapat penanganan transportasi dan kemacetan Jabodetabek di Istana Wapres, Jumat (29/10).

Salah satu masalah yang dibahas dalam rapat tersebut adalah adanya perbedaan harga BBG untuk bus transjakarta, dimana harga BBG yang dijual PT Pertamina adalah Rp 2.562 per LSP, sedangkan harga dari PT PGN Rp 3.600 per LSP.