Risiko Geopolitik Rusia-Ukraina Pengaruhi Peningkatan ICP Januari 2026 Menjadi US$64,41 per barel

Berita

Jakarta, Rata-rata minyak mentah Indonesia pada bulan Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar US$3,31 per barel dari US$61,10 per barel pada Desember 2025 menjadi US$64,41 per barel. Peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain diakibatkan  peningkatan risiko geopolitik AS – Iran. Salah satunya, AS ancam pengenaan tarif sebesar 25% untuk negara yang melakukan perdagangan dengan Iran.

Penetapan ICP Januari 2026 sebesar US$64,41 per barel, tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 98.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Januari 2026 tanggal 12 Februari 2026.

“Faktor lain yang menyebabkan peningkatan harga adalah terdapatnya peningkatan risiko geopolitik Rusia – Ukraina, diantaranya seperti  Trump berikan lampu hijau kepada kongres AS untuk menyetujui rancangan peraturan terkait sanksi pemberlakuan tarif 500% kepada negara yang melakukan pembelian minyak Rusia” kata Direktur Jenderal Laode Sulaeman di Jakarta, Jumat (14/02).

Adapun faktor geopolitik Rusia-Ukraina lainnya adalah Ukraina kembali lancarkan serangan ke fasilitas penting produksi minyak Rusia dan Kazakhstan, platform Lukoil’s Filanovsky, Korchagin and Grayfer.

 

“Penyebab lain peningkatan ICP bulan Januari 2026 ini juga disebabkan penegasan komitmen OPEC+ untuk menunda peningkatan kuota pada Triwulan I 2026. Dimana Produksi OPEC+ bulan Desember 2025, mengalami peningkatan hingga 238 ribu barel per hari menjadi 42,821 juta barel per hari (bph),” jelas Laode

Disisi lain, terdapat peningkatan risiko suplai terkait Produksi MM dari Kazakhstan dari Lapangan Minyak Tengiz dan Korolev, dengan rata – rata  produksi minyak pada Triwulan 1 sampai dengan 3 Tahun 2025 di kisaran 890 ribu bph, dihentikan sementara sebagai tindakan pencegahan atas permasalahan yang mempengaruhi sistem distribusi tenaga listrik. Selain itu, Penurunan produksi minyak AS (North Dakota) kisaran 80 – 110 ribu bph akibat cuaca dingin ekstrim.

 

”Untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas, juga dipengaruhi oleh crude throughput Cina meningkat 4.4% yoy tahun 2025 dan 5% yoy di bulan Desember 2025,” tutup Laode.

 

Selanjutnya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025 mengalami peningkatan sebagai berikut:

  •    Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia naik sebesar US$3,31/bbl dari US$61,10/bbl menjadi US$64,41/bbl.
  •    Brent (ICE) naik sebesar US$3,10/bbl dari US$61,63/bbl menjadi US$64,73/bbl.
  •    WTI (Nymex) naik sebesar US$2,39/bbl dari US$57,87/bbl menjadi US$60,26/bbl.
  •    Dated Brent naik sebesar US$4,12/bbl dari US$62,68/bbl menjadi US$66,80/bbl.
  •    Basket OPEC naik sebesar US$0,45/bbl dari US$61,74/bbl menjadi US$62,20/bbl.

 

Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Telp: 021-5268910. Fax: 021-5268979.
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2026. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.