
Surabaya, Dalam rangka optimalisasi koordinasi, komunikasi, dan pengawasan guna menjamin kelancaran serta keamanan operasional hulu migas lepas pantai (offshore) nasional, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Liaison Officer (LO) Staf Khusus Urusan Maritim (Susmar) Migas melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta kunjungan ke Markas Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya, Senin (31/8).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung di atas kapal latih legendaris TNI AL, KRI Bima Suci, ini dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, Kepala Staf Khusus Urusan Maritim Ditjen Migas Kolonel Laut (T) Erwin Christiyadi Gora, Ketua Tim Pengawasan Ditjen Migas Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM Junius Simbolon, Direktur PT. Pelindo Energi Logistik Arif Widodo, Manager Operasi PT. Pelindo Energi Logistik Aditya Kusuma, perwakilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta para personel LO Susmar Migas.
Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam dalam sambutannya menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke Koarmada II Surabaya ini memberikan kepastian dan kepercayaan diri tinggi bagi Pemerintah dan KKKS dalam mengawal target produksi energi nasional. 
“Hari ini kami dari Ditjen Migas dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan kerja sama antara Ditjen Migas dan Susmar Migas melaksanakan kegiatan di Koarmada II Surabaya. Dengan hadir langsung dan melihat kapabilitas prajurit serta kesiapan alutsista TNI AL, mulai dari Satuan Kapal Selam, Satuan Kapal Ranjau, Kopaska, hingga Tim Penyelam Bawah Air, kami menjadi sangat percaya diri bahwa potensi gangguan operasional eksplorasi dan eksploitasi hulu migas di laut akan dapat ditanggulangi bersama,” papar Rizwi.
Sinergi perbantuan perwira TNI AL melalui Susmar Migas telah terjalin sejak tahun 1967 dan terus diperbaharui sesuai dengan dinamika yang ada di lapangan. Pada tahun 2026, Ditjen Migas dan TNI AL memperkuat landasan kerja sama tersebut melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor 6.Pj/KS.01/DJM/2026 dan PKS/10/II/2026 pada 19 Februari 2026 yang kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Direktur Jenderal Migas Nomor 49.K/HK.02/DJM/2026 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kepala, Sekretaris, dan LO Susmar Migas. Sinergi ini sangat krusial guna mengawal pencapaian target produksi dan lifting migas nasional, yaitu lifting minyak sebesar 610.000 barel per hari (BOPD) dan gas bumi sebesar 5.508 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) subsektor migas.
Selain pengawasan rutin di rig dan kapal kerja lepas pantai, Susmar Migas juga bertugas melaksanakan koordinasi penetapan Daerah Terlarang dan Terbatas (DTT) untuk melindungi instalasi migas dari kerusakan pihak ketiga, mitigasi perombakan atau sabotase, perizinan bahan peledak, hingga memfasilitasi perselisihan perlintasan jaringan pipa atau kabel bawah laut bersama ASKALSI.
Kepala Staf Khusus Urusan Maritim (Susmar) Migas Erwin Christiyadi Gora pada kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya kepatuhan prosedur perizinan laut serta keterlibatan unit-unit khusus TNI AL untuk memitigasi risiko pekerjaan bawah laut yang penuh dengan kerahasiaan dan potensi bahaya.

“Seluruh kegiatan di laut, termasuk operasional hulu migas, harus mendapat izin dan clearance maritim resmi. Selain itu, keterlibatan Kopaska sebagai unit anti-perompakan dan anti-sabotase, serta penyelam TNI AL untuk pengamanan pekerjaan bawah air, menjamin aset Objek Vital Nasional terlindungi secara maksimal. Koordinasi yang terjalin erat antara KKKS, Ditjen Migas, dan jajaran TNI AL dipastikan akan menghilangkan potensi miskomunikasi operasional di lapangan,” pungkas Erwin.
Selain membahas penguatan operasional lepas pantai dan pelindungan infrastruktur strategis, rangkaian kegiatan Monev LO Susmar Migas 2026 ini juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan transisi dan penugasan personel LO Susmar Angkatan XX Periode 2027–2029. Berdasarkan pedoman teknis, tahapan penyiapan LO telah dimulai 6 bulan sebelum rotasi melalui presentasi rencana kerja kepada Dirjen Migas, dilanjutkan seleksi ketat oleh Mabesal (Aspers Kasal), hingga pembekalan pratugas.
Rizwi berharap kegiatan monev dan kunjungan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat memperkuat sinergi, komunikasi, dan kolaborasi antara TNI AL dan Ditjen Migas dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan migas, pencapaian target lifting, peningkatan PNBP, serta ketahanan energi nasional.

“Harapannya kita akan semakin bisa mengoptimalkan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antara Susmar Migas dengan Ditjen Migas yang antara lain kita akan bisa melancarkan fasilitasi kegiatan operasional di lapangan migas khususnya di area laut-laut yang merupakan operasional dari kontraktor kerja sama migas yang melaksanakan tugas di offshore, itu mudah-mudahan dengan adanya kerja sama yang baik antara Susmar migas dengan Ditjen migas dan juga kepada KKKS yang melaksanakan tugas juga bersama dengan SKK Migas, pelaksanaan produksi dan lifting migas akan semakin baik dan bisa meningkat sesuai dengan target nasional,” tutup Rizwi. (KDB)