Pemerintah Tawarkan 118 Potensi Blok Migas Baru Untuk Eksplorasi Masif dan Dorong Kerjasama 41 Struktur Migas Idle Pertamina

Berita


Jakarta, Untuk mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional, Pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis termasuk eksplorasi migas secara masif dan percepatan optimalisasi struktur migas idle.

Terkait dengan upaya eksplorasi migas secara masif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada gelaran The 50th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) hari Rabu (20/5), menyampaikan 118 potensi wilayah kerja migas baru.

“Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM, bahwa eksplorasi migas harus masif dan dilakukan percepatan, dalam rangka penemuan cadangan migas baru untuk mendukung produksi migas nasional. Sejak tahun lalu kita aktif untuk menyiapkan potensi wilayah kerja migas baru, termasuk yang disiapkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM dan Lemigas melalui pembiayaan APBN, serta Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas dan KKKS,” ungkap Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman (28/5).

Berdasarkan status data per 20 Mei 2026, dari 118 potensi wilayah kerja migas baru tersebut, sebanyak 25 wilayah telah diminati atau telah tandatangan kontrak. Sebanyak 43 wilayah dalam tahap studi bersama. Sedangkan selebihnya merupakan potensi wilayah kerja migas lainnya untuk dilakukan studi bersama atau langsung menjadi wilayah kerja migas baru.

Terkait dengan optimalisasi struktur migas idle, bahwa Pemerintah mengapresiasi upaya aktif PT Pertamina Hulu Energi (PT PHE) dalam mendorong peningkatan produksi melalui Kerja Sama Operasi/Teknologi (KSOT) untuk pengelolaan struktur migas idle. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.

PT PHE menyiapkan sekitar 41 struktur idle untuk dilakukan KSOT. Adapun 22 struktur idle diantaranya, telah di sosialisasikan dan juga diumumkan secara khusus pada IPA Convex 2026 lalu. Dari 22 struktur yang ditawarkan tersebut, sebanyak 8 struktur berada di wilayah operasional Regional 1 (Sumatera), sebanyak 4 struktur di wilayah operasional Regional 2 (Jawa), sebanyak 7 struktur di Regional 3 (Kalimantan) dan sebanyak 3 struktur di Regional 4 (Jawa Timur dan Indonesia Timur). Sedangkan struktur idle lainnya akan dilanjutkan pembukaanya dalam waktu dekat. Untuk informasi lebih lanjut dapat melalui https://phe.pertamina.com/en/structure.


“Kementerian ESDM mengapresiasi upaya aktif Pertamina untuk membuka kerja sama operasi dan teknologi pada struktur idle, dalam mendukung peningkatan produksi. Agar proses penawaran dan penetapan dapat dilakukan dengan cepat dan prudent sehingga produksi migas segera didapat dalam jangka pendek. Kita akan dukung penuh," ungkap Laode.

Laode juga menyampaikan agar percepatan kerja sama juga dilakukan untuk sumur idle dan sumur masyarakat sesuai arahan Bapak Menteri ESDM.

“Selain struktur idle, Pertamina juga agar terus lakukan upaya percepatan kerja sama operasi dan teknologi untuk sumur idle, dan upaya percepatan kerja sama produksi sumur minyak BUMD/Koperasi/UMKM. Kita akan dukung penuh, dan hal tersebut merupakan tindak lanjut Permen ESDM Nomor 14 tahun 2025 dalam rangka upaya peningkatan produksi jangka pendek," tambah Laode. (KDB)
Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2026. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.