Jawa Timur, Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui perluasan program jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Di Sidoarjo dan Gresik, jargas menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi perhatian utama dalam agenda kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman yang didampingi oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono, Direktur PDLKWS Kementerian Lingkungan Hidup Widhi Handoyo, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Bupati Sidoarjo H. Subandi, Pengawas Internal SKK Migas Ibnu Suhaendraaz, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan, Komite BPH Migas Arief Wardono, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur Aftabuddin Rijaluzzaman, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Hery Murahmanta, serta para Staf Khusus, Deputi dan Tenaga Ahli Utama di lingkungan KSP ke Kabupaten Sidoarjo dan Gresik, Jumat (18/9).
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tugas Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal pelaksanaan program prioritas nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan pada impor LPG. Pengembangan jargas menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027 serta penetapan pembangunan jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
“Swasembada energi merupakan bagian dari Asta Cita dan ditetapkan sebagai prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029. Hari ini kami hadir memastikan kesiapan pengoperasian jargas rumah tangga yang dibangun melalui APBN di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo,” pungkas Dudung.
Dudung menambahkan bahwa melalui rangkaian rapat koordinasi debottlenecking oleh KSP, berbagai hambatan perizinan lintas kementerian/lembaga berhasil diselesaikan. “Progres fisik di Gresik sudah mencapai 95,4%, lebih cepat dari rencana. Kendala perizinan yang selama ini menahan pengoperasian, seperti Persetujuan Lingkungan (UKL-UPL), rekomendasi teknis ruas jalan, dan perlintasan sungai, semuanya sudah terselesaikan. Ini wujud kerja nyata bahu-membahu dari Kementerian, Pemerintah Daerah, SKK Migas, hingga PGN,” tambahnya.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Konektivitas jaringan transmisi, salah satunya Pipa Cirebon – Semarang (CISEM), menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.
“Pengembangan Jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Untuk tahun 2025-2026 ini, Pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 SR jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, telah dibangun di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 7.223 SR dan Kabupaten Gresik sebanyak 7.363 SR. Mulai tahun ini Pemerintah akan melakukan Pembangunan Jargas secara massif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun Jargas sebanyak 1 juta SR,” papar Agung.
Hingga tahun 2022, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM telah membangun jargas menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 29.961 Sambungan Rumah (SR) di Sidoarjo dan sebanyak 4.000 SR di Gresik dengan penugasan kepada PGN sebagai operator.
“PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Sidoarjo, Gresik serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mengembangkan infrastruktur dan layanan gas bumi, baik melalui jaringan yang telah dikelola maupun investasi perusahaan, serta siap mendukung Pemerintah sesuai dengan peran, mekanisme, penugasan, dan ketentuan yang ditetapkan,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta.
Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan program jargas di wilayahnya, khususnya di Kecamatan Menganti yang memiliki kepadatan penduduk tinggi serta banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kami masyarakat Kabupaten Gresik mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden yang dalam hal ini diwakili Bapak Kepala Staf Kepresidenan. Jargas ini sangat dibutuhkan masyarakat. Di Kecamatan Menganti ini jumlah penduduknya terbanyak dan terdapat banyak UMKM, seperti UMKM kecambah yang tiap hari harus merebus kacang hijau, UMKM unggas, hingga pengrajin logam. Dibandingkan menggunakan LPG 3 kg, pemanfaatan jargas jauh lebih efektif, efisien, dan murah. Kami berharap kuota sambungan rumah untuk Gresik dapat terus ditambah pada tahun-tahun mendatang,” pungkas Fandi.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi juga menyambut hangat dan siap memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan program strategis nasional ini serta menekankan pentingnya keberlanjutan jargas bagi pusat-pusat industri mikro di Sidoarjo.
“Program jargas rumah tangga ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang sangat kami sambut dengan baik. Sidoarjo adalah daerah industri, di mana kami memiliki hampir 2,25 juta UMKM. Sebagai contoh di daerah Krian, terdapat pusat pembuatan tahu yang sangat membutuhkan pasokan gas bersih agar tidak lagi menggunakan bahan bakar sampah plastik yang berisiko merusak lingkungan. Kehadiran jargas sangat meringankan beban masyarakat dan pelaku usaha. Dari sisi perizinan, Pemkab Sidoarjo siap memberikan dukungan penuh agar program Bapak Presiden ini dapat terus melangkah ke depan dan menjangkau lebih banyak warga,” pungkas Subandi.

Ke depan, Pemerintah akan terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui perluasan program jargas. Sinergi antara Pemerintah dengan para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik. (KDB)