
Jakarta, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Fungsional bertempat di Aula Samaun Samadikun, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jumat (25/9). Pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat fungsional menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional dan pengabdian ASN di lingkungan Kementerian ESDM.

Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman memimpin prosesi pelantikan sekaligus mengambil sumpah jabatan sebanyak 81 (delapan puluh satu) pejabat fungsional yang telah dinyatakan lulus pelatihan teknis pelaksana dan uji kompetensi, yang terdiri dari 4 (empat) pejabat fungsional tingkat terampil, 71 (tujuh puluh satu) pejabat fungsional tingkat pertama, dan 1 (satu) pejabat fungsional tingkat muda dari Ditjen Migas serta 5 (lima) pejabat fungsional tingkat pertama dari BPH Migas.
Dalam sambutannya, Laode menyampaikan tiga pesan kepada para pejabat yang dilantik, yaitu pentingnya menjaga integritas, membangun kekompakan dan kebersamaan, serta mengembangkan nilai diri dalam menjalankan tugas.
“Integritas bukan sekadar nilai yang disampaikan secara lisan, tetapi harus tercermin dalam keselarasan antara perkataan dan tindakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Integritas itu sederhana, apa yang kita katakan harus sama dengan apa yang kita lakukan. Jadi tidak seperti apa yang Pak Menteri sampaikan, tulis lain, baca lain, bikin lain,” ujar Laode.
Selain integritas, Laode menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Menurutnya, pekerjaan pemerintahan melibatkan berbagai pihak serta harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kita harus selalu menjaga kebersamaan dan kekompakan. Kebersamaan bukan hanya berarti saling merangkul, tetapi juga saling memberikan masukan, saling mengingatkan, dan saling membantu,” jelasnya.
Budaya saling mengingatkan dan membantu juga menjadi bagian penting dalam memperkuat institusi. Dengan membangun kerja sama dan kepedulian antarsesama, setiap pegawai diharapkan dapat menghadapi berbagai tantangan pekerjaan serta menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik.
Lebih lanjut, Laode mendorong para pejabat fungsional untuk mampu mengelola ritme kerja dan waktu secara baik. Menurutnya, keberhasilan dalam bekerja tidak semata-mata diukur dari hal-hal yang bersifat material, tetapi juga dari nilai dan kontribusi yang diberikan melalui pekerjaan.
“Jangan sampai kita mengukur keberhasilan diri hanya berdasarkan instrumen yang sifatnya materialistik. Dalam bekerja, kita perlu menemukan dan menjaga passion kita. Ketika kita bekerja sesuai dengan passion dan meyakini pekerjaan yang kita lakukan, pekerjaan akan terasa lebih ringan,” ungkapnya.
Laode juga berharap para pejabat fungsional yang dilantik dapat menjadi bagian dari proses regenerasi dan penerus kepemimpinan organisasi di masa mendatang. Amanah jabatan yang diberikan diharapkan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kekompakan, sekaligus menjadi kesempatan untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan institusi. (FA)