Dalam perusahaan patungan tersebut, Pertamina dan ORIDC Iran, masing-masing memiliki saham 40%. Sedangkan sisanya sebesar 20% dimiliki Petrofield Malaysia.

Direktur Pengolahan PT Pertamina Rukmi Hadihartini menjelaskan, kapasitas awal kilang Banten akan mencapai 150.000 barel per hari.

Penandatanganan akte pendirian perusahaan ini, menurutnya, merupakan bentuk keseriusan Pertamina mendukung pemerintah dalam menjamin ketahanan suplai BBM nasional.

"Untuk itu, kami berharap mendapat dukungan dari pihak-pihak yang terkait." tambahnya.