Genjot Investasi Hulu Migas, Pemerintah Umumkan Lelang 13 Wilayah Kerja dengan Skema Kontrak Fleksibel

Berita



Tangerang,
Pemerintah terus berupaya menjamin ketersediaan dan pemenuhan energi nasional di masa depan, salah satunya dengan melakukan penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (Migas) secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) c.q. Direktorat Jenderal Migas mengumumkan Lelang untuk 13 Wilayah Kerja Migas di Tahap I Tahun 2026, 2 Wilayah Kerja ditawarkan melalui Lelang Penawaran Langsung dan 11 Wilayah Kerja ditawarkan melalui Lelang Reguler.  

Penawaran lelang 13 Wilayah Kerja tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi Migas yang melimpah dalam mendukung kebutuhan energi. Penawaran lelang wilayah kerja Migas Tahap I Tahun 2026 diumumkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman pada The 50th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD City Tangerang, Rabu (20/5).

Laode menyampaikan bahwa saat ini kita tengah menghadapi dua tantangan kritis yaitu memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat sekaligus memenuhi tanggung jawab kita terhadap keberlanjutan iklim, termasuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.


“Sektor energi Indonesia tengah memasuki era baru, era yang menuntut adanya keseimbangan, inovasi, dan kolaborasi. Kami berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan dan peningkatan investasi di sektor hulu migas,” jelas Laode.

Detail 13 wilayah kerja yang ditawarkan sebagai berikut :

No

Wilayah Kerja

Luas (Km2)

Bentuk Kontrak Bagi Hasil

Minimum Komitmen Pasti 3 Tahun Pertama

Minimum Bonus Tanda Tangan (USD)

Mekanisme Penawaran

1.

Natuna D-Alpha

10.211,85

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 3D sepanjang 500 Km2

200.000

Penawaran Langsung

2.

Sapukala

8.474,5

Gross Split

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 3D seluas 500 km²

200.000

Penawaran Langsung

3.

Rupat

7.843,66

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 2D sepanjang 200 km

300.000

Lelang Reguler

Gross Split

4.

Puri

4.190,32

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 2D sepanjang 200 Km

300.000

Lelang Reguler

Gross Split

5.

Pesut Mahakam

1.530,15

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 3D seluas 100 km²

300.000

Lelang Reguler

Gross Split

6.

Bengara II

3.289,67

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 3D seluas 100 km²

300.000

Lelang Reguler

Gross Split

7.

Maratua II

4.350,36

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 2D seluas 200 km

300.000

Lelang Reguler

Gross Split

8.

Namori

9.769,82

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 3D seluas 200 km²

200.000

Lelang Reguler

Gross Split

9.

South Tanimbar

8.492,49

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 3D seluas 500 km²

200.000

Lelang Reguler

Gross Split

10.

Cerera

7.171,22

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 3D seluas 250 km2 atau 2D sepanjang 1000 km

200.000

Lelang Reguler

Gross Split

11.

Areca Bruni

8.480,52

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 3D seluas 250 km²

300.000

Lelang Reguler

Gross Split

12.

Rombebai

7.367,48

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 2D seluas 200 km

200.000

Lelang Reguler

Gross Split

13

Jayapura

7.299,41

Cost Recovery

·   G&G

·   Akuisisi dan processing seismik 2D seluas 200 km

200.000

Lelang Reguler

Gross Split

 

“Kami mengundang calon investor dan Perusahaan Minyak dan Gas Bumi yang memiliki kapabilitas serta memenuhi syarat dapat bekerja sama dengan kami untuk mengembangkannya. Kami juga mengundang para penyedia teknologi untuk mendukung pengembangan sektor hulu migas,” pungkas Laode.

Dari 13 wilayah kerja yang ditawarkan, 7 diantaranya merupakan area yang sebelumnya telah dilakukan studi oleh Kementerian ESDM, yaitu wilayah kerja Rupat, Puri, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, Rombebai dan Jayapura. Hal ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya Pemerintah untuk ikut serta dalam kegiatan eksplorasi migas dengan terlebih dahulu melakukan studi mendalam atas potensi migas di wilayah kerja tersebut agar calon investor dapat memperoleh gambaran yang lebih detail terkait wilayah kerja yang ditawarkan melalui lelang.

Pemerintah Indonesia juga terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan hulu migas di tanah air dengan melakukan pembenahan pengelolaan usaha migas. Pembenahan yang telah dilakukan Pemerintah antara lain seperti meningkatkan porsi bagi hasil untuk Kontraktor, pemberian 10% FTP, pemberian nilai minimum Signature Bonus berdasarkan risiko, fleksibilitas dalam memilih skema kontrak baik secara Cost Recovery maupun Gross Split, 100% harga DMO, tidak ada kewajiban relinquishment dalam 3 tahun pertama komitmen, dan kemudahan dalam mengakses data melalui keanggotaan di Migas Data Repository.


“Pembenahan ini diharapkan dapat memberikan rasa percaya diri bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Selain itu, Kontraktor juga akan mendapatkan fasilitas perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila terjadi kendala ekonomi, Kontraktor dapat mengajukan insentif untuk mengembangkan Wilayah Kerja yang dikelola,” jelas Laode.

Jadwal dari Lelang Wilayah Kerja tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Lelang Penawaran Langsung (Natuna D-Alpha dan Sapukala)
  • Akses Bid Document mulai tanggal 20 Mei 2026 s.d. 3 Juli 2026
  • Batas Waktu Pemasukan Dokumen Partisipasi sampai dengan 6 Juli 2026
  1. Lelang Reguler wilayah kerja yang telah dilakukan studi oleh Pemerintah (Rupat, Puri, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, Rombebai dan Jayapura)
  • Akses Bid Document: mulai tanggal 20 Mei 2026 s.d. 17 Juli 2026
  • Batas Waktu Pemasukan Dokumen Partisipasi sampai dengan 20 Juli 2026
  1. Lelang Reguler (Namori, South Tanimbar, Cerera dan Areca Bruni)
  • Akses Bid Document: mulai tanggal 20 Mei 2026 s.d. 15 September 2026
  • Batas Waktu Pemasukan Dokumen Partisipasi sampai dengan 17 September 2026

Bagi Badan Usaha dan Bentuk Usaha Tetap yang berminat, registrasi dan akses Bid Document dilakukan melalui website online lelang Wilayah Kerja Migas sesuai dengan jadwal yang ada di https://esdm.go.id/wkmigas. (KDB)

Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2026. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.