Turut dilantik pula, Staf Ahli Menteri ESDM yang juga mantan Dirjen Migas, Luluk Sumiarso, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Anny Ratnawati, Triharyo Indrawan Soesilo dan Nurdin Zaenal sebagai anggota Dewan Komisaris. Sementara jabatan Komisaris Utama dipercayakan kepada Sugiharto dan wakilnya adalah Umar Said.

Menurut Mustafa, pergantian ini dengan pertimbangan adanya kekosongan jabatan komisaris utama, berakhirnya masa jabatan beberapa anggota komisaris serta dalam rangka meningkatkan fungsi pengawasan perusahaan. 

Keberadaan Evita di Dewan komisaris Pertamina, kata Mustafa, mewakili Pemerintah dan akan merangkap jabatan sebagai Dirjen Migas. Sedangkan Luluk Sumiarso dipandang sebagai senior yang memiliki pengalaman di sektor migas.

Rangkap jabatan itu juga dikemukakan Evita. Waktu saya ditanya pertama kali, saya tanya apakah diijinkan untuk merangkap, dan dibilang diperbolehkan. Saya bilang, oke. Karena kalau nggak, saya pilih kerja untuk negara,  ujarnya. 

Evita menegaskan, bagi dirinya tidak ada perubahan tugas. Jika dulu ia juga memperhatikan Pertamina, maka sekarang harus lebih memperhatikan perusahaan pelat merah itu. Dengan komposisi anggota Dewan Komisaris dimana juga terdapat Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Anny Ratnawati, lanjut Evita, akan mempermudah komunikasi di antara mereka untuk memajukan Pertamina.