
Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (DWP UP) Ditjen Migas Laode Sulaeman bersama perwakilan DWP UP Ditjen Migas memberikan bantuan dana pendidikan anak kepada para petugas keamanan dan petugas kebersihan di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Selasa (18/8).
Sebanyak 44 anak dari jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA menerima bantuan dana pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 anak telah menerima bantuan pada 4 Agustus 2026 di Perpustakaan Nasional, sementara 34 anak lainnya menerima bantuan melalui orang tuanya masing-masing.

Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman dalam sambutannya pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada DWP UP Ditjen Migas atas inisiatif dan kepedulian yang diwujudkan melalui kegiatan pemberian bantuan dana pendidikan anak.
“Saya terima kasih kepada inisiatif dari ibu-ibu DWP UP Ditjen Migas. Ini luar biasa untuk memberikan dari kita untuk kawan-kawan kita juga, dan tentu kita akan dukung terus hal ini ke depannya hingga menjadi kebiasaan baik di lingkungan Ditjen Migas,” ujar Laode.
Laode setuju bahwa anak-anak merupakan tumpuan masa depan bangsa. Oleh karena itu, dukungan terhadap pendidikan generasi muda perlu terus diberikan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu melanjutkan pembangunan bangsa.
“Anak-anak ini adalah tumpuan masa depan. Kalau dulu kita waktu masih kecil, diajak sama orang tua, dibilang kalau itu harapan masa depan, nah sekarang kita sudah ada di sini berarti anak-anak ini yang akan menjadi seperti kita nantinya, yang akan melanjutkan masa depan bangsa ini,” tambah Laode.
Ketua DWP UP Ditjen Migas Waode Suharni pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap pendidikan anak para petugas keamanan dan petugas kebersihan di lingkungan Ditjen Migas. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan sehingga bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kebutuhan sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
“Di balik santunan ini ada doa, perhatian, dan harapan yang besar bagi kami. Karena masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muda, kami berharap kelak anak-anak ini menjadi anak-anak yang berilmu, berakhlak baik, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tutur Suharni.
