Dirjen Migas Buka Technical Program pada 50th IPA Convex 2026, Tekankan Sinergi Hadapi Tantangan Energi Global

Berita

Tangerang - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Laode Sulaeman secara resmi membuka kegiatan Technical Program pada 50th IPA Convex 2026, hari Rabu (20/5).

Dalam sambutannya, Laode menekankan bahwa sektor energi global saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari isu keamanan energi, keterjangkauan, keberlanjutan, hingga ketidakpastian geopolitik yang saling berkaitan. Menurutnya, di tengah dinamika tersebut, industri minyak dan gas tetap memegang peranan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pembangunan industri, dan ketahanan energi nasional. Bagi Indonesia, menjaga kinerja sektor hulu migas tetap menjadi prioritas nasional, seiring dengan percepatan pengembangan energi terbarukan dan agenda transisi energi.

“Oleh karena itu, inovasi, efisiensi, dan kolaborasi menjadi lebih penting dari sebelumnya,” ujar Laode dihadapan anggota Indonesia Petroleum Association (IPA), Akademisi, Profesional, dan mahasiswa.

Ia menilai Technical Program pada 50th IPA Convex 2026 menjadi forum yang sangat relevan dalam menjawab tantangan industri energi ke depan. Program tersebut menghadirkan sekitar 150 presentasi lisan dalam enam sesi paralel, 50 presentasi poster, lokakarya inti dengan partisipasi internasional, serta sesi khusus yang membahas potensi eksplorasi dan pengelolaan lapangan migas mature.

Laode juga menegaskan bahwa kemampuan teknis merupakan salah satu fondasi utama untuk memperkuat daya saing sektor hulu migas Indonesia. Inovasi di bidang teknologi eksplorasi, enhanced oil recovery (EOR), digitalisasi, manajemen karbon, kecerdasan buatan, analisis bawah permukaan, hingga efisiensi operasional dinilai akan menentukan efektivitas industri dalam membuka potensi sumber daya tersisa dan mempertahankan produksi di lapangan yang telah matang.

Selain penguatan teknologi, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai standar baru industri energi. Menurutnya, tantangan energi saat ini terlalu kompleks untuk diselesaikan secara individual sehingga membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, penyedia teknologi, hingga generasi muda profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Laode juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan profesional muda dalam Technical Program pada 50th IPA Convex 2026. Ia menilai masa depan sektor energi Indonesia sangat bergantung pada keberhasilan dalam menyiapkan generasi penerus insinyur, ahli geologi, peneliti, dan pemimpin energi yang adaptif, inovatif, serta memiliki daya saing global.

Lebih lanjut, Laode menegaskan bahwa transisi energi tidak seharusnya dipandang sebagai persaingan antara energi fosil dan energi terbarukan. Menurutnya, transisi energi harus ditempatkan sebagai langkah yang seimbang dan realistis menuju sistem energi yang lebih aman, berkelanjutan, dan tangguh.

“Forum seperti IPA Convex sangat penting, tidak hanya untuk membahas tantangan operasional saat ini, tetapi juga membentuk visi jangka panjang industri melalui inovasi, kemitraan, dan komitmen bersama,” katanya.

Menutup sambutannya, Laode menyampaikan apresiasi kepada seluruh Komite Program Teknis, pembicara, perusahaan, institusi, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Technical Program pada 50th IPA Convex 2026 dapat menghasilkan wawasan baru, kolaborasi strategis, dan solusi inovatif bagi masa depan sektor energi Indonesia.

(RAW)

Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2026. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.