
Medan, Pemerintah terus berupaya mengambil berbagai langkah strategis guna mendukung swasembada energi nasional, salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik dan pemerataan pasokan energi bersih bagi industri maupun masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga terus mendorong akselerasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) infrastruktur Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai – Sei Mangkei (Dusem). Hingga akhir Juli 2026, progres fisik proyek infrastruktur gas bumi Dusem Segmen 1 telah mencapai 37,494%, melampaui target awal yang ditetapkan.
Inspektur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yudhiawan saat melakukan kunjungan kerja lapangan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem Segmen 1, Jumat (31/7), menekankan pentingnya transparansi, ketaatan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan penerapakan prinsip good governance tanpa mengorbankan mutu keselamatan kerja.
“Program swasembada energi merupakan amanat Presiden untuk menopang perekonomian masyarakat. Kunci proyek nasional ini adalah tidak boleh mangkrak, tepat waktu, tepat biaya, serta terhindar dari kebocoran anggaran maupun potensi korupsi. Kami dari Inspektorat Jenderal akan terus melakukan pendampingan dan penjaminan agar proyek berjalan bersih dari penyimpangan,” papar Yudhiawan.
Infrastruktur Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem rencananya akan dibangun membentang dari Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas Duri sepanjang total kurang lebih 535,4 kilometer dan ditargetkan selesai konstruksi pada akhir 2027 hingga awal 2028. Pekerjaan transmisi pipa gas ini dibagi menjadi dua segmen dan dikerjakan secara paralel. Segmen 1 menghubungkan Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu dan Segmen 2 menghubungkan Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri. Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem Segmen 1 yang membentang sepanjang kurang lebih 268,7 kilometer dipercayakan kepada konsorsium KSO Wijaya Karya – Nindya Karya, dengan pengawasan Manajemen Konstruksi oleh KSO Surveyor Indonesia – PT Tata Guna Patria, serta keterlibatan akademisi ITB guna memitigasi risiko teknis.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono pada kesempatan yang sama juga menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dan mitigasi kendala di lapangan. Pihaknya memastikan kelancaran proyek terus digenjot agar selesai tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi mutu.
“Struktur tim pelaksana proyek dibentuk sangat lengkap, mulai dari PPK, konsultan manajemen konstruksi, akademisi ITB, hingga tim kontraktor KSO WIKA – Nindya . Terkait kendala lahan dan perizinan lintas instansi, hari ini segera kami finalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) seperti dengan pihak PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) dan Belmera (Tol Belawan – Medan – Tanjung Morawa) sehingga besok tim sudah bisa langsung bekerja penuh di lapangan,” pungkas Agung.
Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem ini dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan target durasi pelaksanaan selama 22 bulan dan tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60,9%. Sinergi antarlembaga pada proyek ini diharapkan dapat mewujudkan infrastruktur energi terintegrasi yang andal demi memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung pemerataan pasokan energi bersih serta mendorong pertumbuhan ekonomi, baik bagi industri maupun masyarakat. (KDB)