
Jakarta, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berkomitmen memastikan ketahanan energi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur gas bumi, salah satunya Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (Cisem). Proyek ini menjadi fondasi bagi penguatan konektivitas energi di Pulau Jawa guna menjamin ketersediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat dan industri.
Direktur Jenderal Migas yang diwakili oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) “Integrasi Infrastruktur dan Tata Kelola Gas Nasional: Menjawab Tantangan Supply, Demand dan Hilirisasi Pasca Beroperasinya Pipa Cirebon–Semarang” di JS Luwansa Hotel and Convention Center Jakarta, Selasa (12/5), menyampaikan bahwa pembangunan pipa Cisem merupakan langkah nyata Pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik. Sehingga potensi gas dari lapangan-lapangan di Jawa Timur dapat dialirkan secara efisien ke daerah-daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
“Pipa Cisem adalah kunci untuk membuka potensi ekonomi yang selama ini terkendala akses energi. Dengan menghubungkan sumber gas di Jawa Timur ke pusat industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat, kita sedang membangun fondasi kemandirian. Ini adalah upaya Pemerintah untuk mendorong utilisasi gas domestik agar lebih optimal, sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan pada energi impor yang mahal,” papar Agung.
Agung juga menambahkan bahwa integrasi ini akan menciptakan efisiensi harga gas di tingkat konsumen. Dengan infrastruktur yang terintegrasi, biaya pengangkutan dapat lebih kompetitif. “Sehingga harga gas yang sampai ke industri maupun rumah tangga melalui program jaringan gas untuk rumah tangga atau Jargas akan lebih terjangkau, yang nantinya akan menggerakkan roda ekonomi nasional," tambahnya.
Sejalan dengan upaya Pemerintah, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN Tbk Hery Murahmanta pada kesempatan tersebut juga menyatakan kesiapan PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur distribusi guna menyambut gas yang mengalir dari pipa transmisi Cisem.
“Kami di PGN mendukung penuh langkah Pemerintah. Kami sedang mensinergikan pembangunan infrastruktur distribusi dan fasilitas pendukung agar gas bisa langsung terserap maksimal oleh pelanggan industri, komersial, maupun rumah tangga melalui program Jargas. Fokus kami adalah memastikan demand baru di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat mendapatkan akses gas yang andal dan berkelanjutan,” jelas Hery.
Kegiatan FGD ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan, penguatan tata kelola, serta percepatan pembangunan infrastruktur gas nasional pasca beroperasinya pipa Cisem.
“Kami percaya bahwa sinergi antara Pemerintah, badan usaha, asosiasi, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor utama dalam mewujudkan sistem gas bumi nasional yang terintegrasi, efisien, berdaya saing, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Agung.
Proyek Cisem sepanjang ± 300 km ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga memberikan kemudahan akses energi bagi masyarakat, diantaranya melalui jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) di sepanjang jalur pipa. Pembangunan pipa Cisem diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi kedaulatan energi nasional, yang tidak hanya menurunkan emisi karbon melalui penggunaan energi bersih, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor utara Pulau Jawa. (KDB)