Tinjau Pembangunan Infrastruktur, Dirjen Migas Kunjungi Jargas Serang

Serang, Pembangunan infrastruktur yang manfaatnya langsung dinikmati masyarakat merupakan salah satu program yang terus dilaksanakan Pemerintah. Seperti  jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) yang dibangun sejak tahun 2009.

Untuk memastikan pembangunan infrastruktur migas berjalan sesuai rencana, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, Sabtu (27/11) pagi, meninjau jargas yang dibangun di Kabupaten Serang, Jawa Barat. Jargas Kabupaten Serang dibangun menggunakan APBN tahun 2020. Sebanyak 6.111 sambungan rumah (SR) yang tersebar di 5 desa yaitu Pelamunan, Kramat Watu, Lebakwana, Harjatani dan Margatani, rampung dibangun tahun 2020. Pengaliran gasnya dilakukan secara bertahap dan hingga saat ini, sebanyak 70% masyarakat yang rumahnya dipasang jargas, telah menikmati manfaatnya.

Lokasi jargas yang dikunjungi Dirjen Migas adalah Desa Pelamunan dan Lebakwana, Kecamatan Kramat Watu. Dalam tinjauan pertamanya, Dirjen Migas mengunjungi fasilitas RS yang berlokasi di Desa Pelamunan dan meminta agar pemeliharaan fasilitas dilakukan secara baik. "Ini kapan jadwal kalibrasinya? Jangan sampai lupa dicek terus fasilitasnya agar keselamatan migas terjaga," pesan Tutuka.

Pada kesempatan tersebut, Tutuka yang didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) Jargas Kabupaten Serang, Bayu Permono, juga berbincang dengan Suparno, Ketua RT 05/01, Desa Pelamunan, Kecamatan Kramat Watu. Mewakili warganya, Suparno mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah membangun jargas secara gratis dan kini mereka dapat menikmati gas bumi yang murah, bersih dan aman. Bahkan untuk mendukung pembangunan jargas ini, Suparno menghibahkan sebidang tanahnya menjadi lokasi pembangunan RS.

"Lebih enak pakai jargas karena minim resiko dibandingkan menggunakan LPG, selain itu juga tidak perlu repot atau takut gas habis karena dengan menggunakan jargas, tidak ada istilah kehabisan gas. Gasnya mengalir 24 jam," kata Suparno menjawab pertanyaan Dirjen Migas ketika berkunjung ke dapur rumahnya.

Setiap bulan Suparno kini hanya mengeluarkan Rp70.000 untuk membayar biaya pemakaian gas bumi. Sebelumnya dalam sebulan, keluarganya membutuhkan 4 tabung LPG 3 kg untuk memasak. "Mungkin bedanya tidak terlalu banyak, tapi saya tidak perlu repot lagi," ujar Suparno yang membayar tagihannya melalui mobile banking.

Dalam kunjungan keduanya, Dirjen Migas mendatangi warung makan milik Munafsir yang tiap bulannya mengeluarkan uang Rp150.000 hingga Rp200.000 untuk membayar biaya pemakaian gas bumi. "Terima kasih ya pak karena kami sudah dimudahkan memasaknya. Gasnya mengalir terus," ucap Munafsir.

Dirjen Migas juga sempat menyaksikan pemasangan kompor gas yang juga diberikan gratis oleh Pemerintah, di salah satu rumah warga. Pemasangan kompor ini merupakan salah satu tahapan sebelum gas dialirkan ke rumah.

Dirjen Migas mengharapkan dukungan masyarakat terhadap program ini, serta meminta warga menjaga dan memelihara fasilitas dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. "Dukungan masyarakat sangat penting terhadap pembangunan suatu proyek," tambahnya.

Secara umum, menurut Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) Jargas Kabupaten Serang, Bayu Permono, pembangunan jargas di Kabupaten Serang berjalan lancar, meski ada juga kendala-kendala kecil dalam pelaksanaan di lapangan. Sebagai contoh, ada beberapa warga yang menolak rumahnya dibangun jargas. "Ada beberapa yang menolak rumahnya dibangun jargas, kita bikinkan berita acaranya dan dialihkan ke warga lainnya. Biasanya mereka setelah melihat tetangganya senang menggunakan jargas, baru merasa menyesal," kata Bayu.

Untuk mempermudah masyarakat jika mengalami kesulitan atau masalah terkait jargas, Pemerintah memasang stiker di setiap rumah. "Di stiker itu dilengkapi ID pelanggan dan nomor kontak yang dapat dihubungi jika terjadi gangguan," terang Bayu.

Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, hingga 2020 telah terbangun 535.555 SR. Sedangkan untuk tahun 2021, rencananya akan dibangun 120.776 SR di 21 kabupaten/kota. Pembangunan jargas dilakukan di daerah yang memiliki sumber gas atau dekat dengan sumber gas.

Program pembangunan jargas adalah salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang mendukung diversifikasi energi. Program ini dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga. (TW)