Proyek Hilir Migas Terus Berkembang, Investasi Tahun 2024 Diproyeksikan US$10,77 Miliar

Jakarta, Seiring dengan berkembangnya industri migas di Indonesia, proyek hilir migas diharapkan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Investasi hilir migas tahun 2024 diproyeksikan mencapai US$10,77 miliar.

Pemerintah memproyeksikan investasi hilir migas tahun 2021 sebesar US$4,4 miliar dan tahun 2022 mencapai US$9,181 miliar. Investasi tahun 2023 diproyeksikan US$11,22 miliar dan 2024 US$10,77 miliar.

"Investasi hilir migas akan terus tumbuh hingga tahun 2024. Ini tentunya menjadi peluang bagi stakeholder migas untuk terlibat di hilir migas," ujar Koordinator Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas, Muhidin, mewakili Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas dalam webinar yang digelar Katadata, Kamis (18/11).

Muhidin menyampaikan, realisasi investasi hilir migas hingga kuartal III tahun 2021, masih didominasi oleh bidang pengangkutan migas sebesar US$1,176 miliar. Selanjutnya investasi di bidang pengolahan, penyimpanan dan niaga.

Sejumlah proyek hilir migas yang menjanjikan, antara lain proyek kilang minyak dan petrokimia yang saat ini tengah berjalan dan diharapkan rampung mulai 2022 hingga 2027 mendatang. Investasi lima proyek peningkatan kapasitas kilang eksisting (Refinery Development Master Plan/RDMP) dan satu kilang minyak baru (Grass Root Refinery/GRR) diperkirakan US$43 miliar. Total kapasitas setelah seluruh proyek GRR dan RDMP on stream sebesar 1,4 juta barel per hari dan produksi produk BBM menjadi 1,2 juta barel per hari.

"Kilang-kilang minyak ini nantinya akan menghasilkan produk BBM yang ramah lingkungan yaitu standar EURO V. Saat ini dari kilang yang ada, BBM yang diproduksi standar EURO II," tambah Muhidin.

Pemerintah juga tengah mengkaji pemanfaatan Dymethil Ether (DME) sebagai substitusi LPG yang saat ini mayoritas diimpor. DME terutama akan dimanfaatkan untuk wilayah Sumatera.

Proyek lainnya adalah pemanfaatan B30 untuk menekan impor BBM. Implementasinya untuk tahun 2021, telah ditetapkan 20 BU BBM dan 22 BU BBN dengan alokasi FAME sebesar 9,2 juta KL dengan titik serah sebanyak 82 titik. Mandatori B30 ini diperkirakan menghemat uang negara sebesar US$2,98 miliar.

Pemerintah juga terus meningkatkan pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas). Hingga tahun 2020, telah terbangun 696.011 sambungan rumah (SR) di mana sebanyak 535.555 SR (76,9%) dibangun Pemerintah dengan dana APBN yang tersebar di 17 provinsi, 53 kabupaten/kota

Selain itu, Pemerintah telah menugaskan PLN dan Pertamina untuk mengkonversi penggunaan BBM menjadi LNG untuk pembangkit listrik di 52 lokasi pembangkit milik PT PLN (Persero). (TW)