Program Agen Perubahan: Migas Safety Sharing Session

Jakarta, Dalam rangkaian Program Agen Perubahan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang bertujuan  meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme para pegawai, Rabu (18/9), diselenggarakan sharing session from other mengenai Migas Safety: Process Safety in Drilling Operation.

Sharing session menghadirkan narasumber Haris Sahlan, profesional di bidang migas. Alumnus Universitas Gajah Mada tersebut, saat ini menjabat sebagai Field Senior Well Engineer di Petroleum Development Oman.

Sharing session  ini diinisiasi oleh Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas dan Sekretariat Ditjen Migas, yang merupakan momentum untuk lesson learn dari expert kepada para pegawai Ditjen Migas maupun stakeholders terkait. Adapun tujuan internal migas adalah sebagai wadah pengembangan pegawai migas,”  ungkap Kepala Sub Direktorat Keselamatan Hulu Migas Ditjen Migas, Mirza Mahendra dalam sambutannya ketika membuka sharing session ini.

Dikatakan Mirza, setiap pegawai Ditjen Migas merupakan agen perubahan. Diharapkan ke depan dapat memberikan kontribusi dan menentukan kebijakan migas, khususnya terkait budaya keselamatan dalam pelaksanaan operasi kegiatan usaha migas.

Haris Sahlan dalam kesempatan ini memberikan pemaparan terkait keselamatan dalam operasi atau kegiatan pengeboran, cara membangun sumur yang baik, well barrier, pentingnya proses Management of Change (MOC), kompetensi pekerja serta contoh kecelakaan terkait keselamatan  pengeboran.

Dipaparkan Haris, process safety berarti hal-hal yang berkaitan dengan manajemen resiko yang dapat berakibat pada kecelakaan besar. 

“Sedikit lebih detil mengenai process safety in drilling operation adalah bagaimana kita menjaga, menghindari supaya hidrokarbon itu tidak keluar, baik keluar dari reservoir-nya, maupun keluar sampai ke lingkungan. Hidrokarbon ini sebagai  produk apabila berada di tempat yang tepat. Tapi kalau berada di tempat yang tidak tepat, bisa sebagai limbah,” tuturnya.

Dalam process safety in drilling operation, menurut Haris, salah satu hal yang juga memegang peran penting adalah faktor people atau orang. “Faktor people ini menurut saya yang paling penting karena sebagus-bagusnya desain, technical dan operating, tapi kalau people ini integrity-nya tidak bagus, ujung-ujungnya tidak akan bagus. Ini bukan hanya di dunia migas, tapi di semua bidang,” tambahnya.

Mengenai drilling, secara sederhana berarti proses menggali lubang dan mengamankannnya. Drilling membutuhkan rig, BHA dan string bor, well control equipment, cairan pemboran dan casing. (TW)