Pemerintah Siapkan Strategi Pengembangan Migas di Natuna

Jakarta, Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk pengembangan industri migas di Kepulauan Natuna. Di wilayah tersebut, terdapat 17 WK migas  di mana 7 diantaranya telah berproduksi, sementara 10 WK lainnya masih dalam tahap eksplorasi.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja usai Balal Bihalal di Kementerian SDM, Senin (18/7), memaparkan, 7 WK migas yang telah berproduksi, terletak di sebelah barat Kepulauan Natuna. WK tersebut adalah Cakalang yang dioperatori Lundin Cakalang B.V, Kakap yang dioperatori Star Energi (Kakap Ltd), Natuna Sea Block “A” dengan operator Premier Oil Natuna Sea B.V, Northwest Natuna oleh Santos Netherlands B.V, Sembilang oleh PT Mandiri Panca Usaha, South Natuna Sea Block B oleh ConocoPhillips Inc dan Udang Block oleh Pertamina EP.

Sementara 10 WK6yyang masih dalam tahap eksplorasi, terletak di bagian Timur dan Utara. Salah satu WK di bagian Utara Natuna yaitu Blok Tuna, telah berhasil ditemukan  cadangan. Namun untuk pengembangannya harus terintegrasi agar ekonomis. “Kita akan percepat sekarang WK yang di Utara  dan Timur.  Dan ini supaya bisa ekonomis, harus terintegrasi karena di Utara sudah ada discovery. Kalau dikembangkan masing-masing,   tidak akan ekonomis,” katanya.

Namun Wirat belum dapat menjelaskan strategi pengembangan migas di Natuna secara terperinci. Dirinya bersama SKK Migas akan melapor terlebih dahulu kepada Menteri ESDM.” Nanti setelah laporan ke Pak Menteri bersama Pak Amien, baru bisa dijelaskan,” tambah Wirat.  

Sementara itu terkait pengembangan Blok East Natuna, Wirat menjelaskan, sejak Januari 2016, konsorsium pengelola blok tersebut yaitu PT Pertamina, PTT Thailand dan ExxonMobil, tengah melakukan studi mengenai pengembangan potensi gasnya. Untuk mempercepat produksi, maka akan dilakukan pengembangan minyak buminya terlebih dahulu. “Di East Natuna itu reservoar atasnya gas, bawahnya minyak. Jadi kita akan develop dulu yang minyak supaya lebih murah murah biayanya,” jelas Wirat.

Kontrak kerja sama pengembangan minyak di Blok East Natuna masih dalam persiapan dan diharapkan dapat ditandatangani secepat mungkin. Diharapkan dalam waktu 3 tahun, blok tersebut sudah dapat memproduksi minyak yang diperkirakan sekitar 7.000-15.000 barel per hari.

Pengembangan Kepulauan Natuna merupakan salah satu prioritas Presiden Jokowi untuk memajukan wilayah terluar, pulau terdepan dan kawasan perbatasan di Indonesia. Presiden menyadari, wilayah terluar Indonesia berperan sebagai gerbang kedaulatan negara. (TW)