Pembangunan Jargas 2020 Meningkat 3 Kali Lipat, Pemerintah Lakukan Koordinasi Menyeluruh

Jakarta, Pemerintah berencana membangun jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) sebanyak 266.070 sambungan rumah (SR) di 49 lokasi pada tahun 2020. Jumlah ini berarti 3 kali lipat dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 74.496 SR di 16 kabupaten/kota. Koordinasi menyeluruh dengan berbagai pihak telah dilakukan sejak pertengahan 2019, agar pembangunan dapat rampung sesuai target.

“Lelang tahap I untuk pembangunan jargas telah mulai kita lakukan sejak akhir 2019. Ada sekitar 13 paket. Lelang tahap II sedang dibahas juga,” jelas Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso di Gedung Ibnu Sutowo, Kuningan, Jakarta, Senin (17/2).

Selain melakukan lelang, Pemerintah juga membentuk Project Management Officer (PMO) yang terdiri dari perwakilan Direktorat Pembangunan Infrastruktur Migas, badan usaha juga Unit Pengendalian dan Pemantauan Pembangunan Infrastruktur (UP3I).   Nantinya, PMO ini akan membantu pengawasan pekerjaan di lapangan.

“Kita juga bekerja sama dengan BUMN yang mendapat penugasan dari Pemerintah untuk mendukung dari sisi personil. Selain itu, sejak pertengahan tahun lalu telah melakukan komunikasi mengenai kesiapan produsen, antara lain penyediaan peralatan jargas. Kita ingin tahu seberapa jauh  kesiapan mereka dalam penyediaan peralatan infrastruktur ini,” tambah Ali.

Koordinasi dengan pemerintah daerah telah dilakukan, antara lain dengan Pemerintah Kota Palembang yang berkomitmen penuh mendukung pembangunan jargas.  “Mereka komitmen di setiap daerah ikut bantu. Bahkan Satpol PP juga akan bantu. Tanpa biaya. Jadi teman-teman pelaksana di lapangan juga harus berkinerja bagus. Jangan sampai sudah didukung penuh, tapi pengerjaannya lambat atau bermasalah,” tegasnya.

Rencananya, penandatanganan komitmen antara Pemerintah dengan Pemerintah Daerah akan dilaksanakan sekitar Maret mendatang.

Pemerintah juga mengharapkan untuk tingkat pelaksana agar dapat menggunakan inovasi untuk pekerjaan di lapangan sehingga lebih efisien. Untuk membangun jargas, dibutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 bulan. Nantinya di tiap rumah tidak hanya tersambung pipa gas, tetapi juga disediakan kompor 2 tungku. “Dengan disiapkan kompor ini artinya begitu pekerjaan selesai, harus termanfaatkan juga,” papar Ali.

Untuk penyediaan pasokan gas bumi, Kementerian ESDM  berkoordinasi dengan SKK Migas dan KKKS.

Pemerintah dengan menggunakan dana APBN, sejak tahun 2009 hingga 2019 atau satu dekade,  telah membangun jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) sebanyak 400.269 SR.

Jargas yang telah terbangun tersebut, tersebar di 17 provinsi yaitu Provinsi Aceh sebanyak 14.415 SR, Sumatera Utara 11.216 SR, Provinsi Jambi 6.000 SR, Riau 11.793 SR, Kepulauan Riau 4.001 SR, Sumatera Selatan 81.392 SR, Lampung 10.321 SR, Banten 9.109 SR, DKI Jakarta 12.660 SR,  Jawa Barat 59.116 SR,  Jawa Tengah 8.000 SR, Sulawesi Selatan 6.172 SR, Papua Barat 3.898 SR, Sulawesi Tengah 4.000 SR, Jawa Timur 85.961 SR, Kalimantan Timur 39.574 SR dan Kalimantan Utara 32.361 SR.

Pembangunan jargas merupakan program strategis nasional, di mana gas bumi digunakan sebagai modal pembangunan, penyediaan energi bersih dan murah untuk masyarakat serta peningkatan pemanfaatan sumber daya alam. Jargas dibangun di daerah yang memiliki atau dekat dengan sumber gas. (TW)