Menteri ESDM dan Komisi VII DPR Sepakati Asumsi Makro Sektor ESDM Tahun 2021

Jakarta, Rapat Kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif dengan Komisi VII DPR, Senin (29/6), menyepakati Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM dalam Rancangan Anggaran dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto ini berjalan singkat karena pembahasan telah dilakukan pada Jumat (26/6) lalu.

Dalam asumsi dasar makro sektor ESDM RAPBN tahun 2021, disepakati bahwa ICP tahun 2021 berkisar antara US$ 42-45 per barel. Ini sesuai dengan usulan Kementerian ESDM. "Usulan ini berdasarkan perkiraan WTI di mana harga minyak sebesar US$ 42,63 per barel, juga terhadap short term energy outlook US Departement of Energy untuk minyak mentah jenis Brent adalah US$ 47,88 per barel dan jenis WTI sebesar US$ 43,88 per barel," papar Menteri ESDM.

Lifting migas sebesar 1.680-1.720 ribu BOEPD, terdiri dari lifting minyak bumi 690-710 ribu BOEPD dan lifting gas bumi 990-1.010 ribu BOEPD. Fraksi PKS dan PKB dalam catatannya mengusulkan agar batas minimum lifting minyak sebesar 705 ribu BOEPD.

"Cost recovery ditetapkan US$ 7,50-8,50 miliar," kata Sugeng Suparwoto sambil mengetok palu tanda persetujuan.

Sedangkan volume BBM dan LPG bersubsidi ditetapkan 15,79-16,30 juta KL, terdiri dari minyak tanah 0,48-0,50 juta KL dan minyak solar 15,31-15,80 juta KL.

"Dengan melihat kondisi lapangan dan adanya beberapa kebijakan seperti digitalisasi nozzle pada SPBU, Pemerintah berharap volume BBM bersubsidi dapat lebih efisien dan dapat lebih dikendalikan agar tepat sasaran," kata Menteri Arifin.

Sementara volume LPG 3 kg diketok 7,5-7,8 juta metrik ton. Terkait volume LPG ini, dalam catatan kesimpulan disampaikan bahwa usulan Kemenkeu sebesar 6 juta metrik ton.

Subsidi minyak solar ditetapkan Rp 500 per liter dan subsidi listrik Rp 50,47-54,55 triliun.

"Mudah-mudahan angka-angka ini dapat menjadi acuan dalam Nota Keuangan Presiden," ucap Menteri ESDM.

Menutup raker, Ketua Komisi VII menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kementerian ESDM dan Anggota Komisi VII DPR atas kerja sama yang baik. (TW)