Masyarakat Kebumen Dapat Bantuan Tiga Sumur Bor Air Bersih

Kebumen, Pemberian bantuan yang langsung dapat dinikmati masyarakat, terus dilaksanakan Pemerintah. Salah satunya adalah sumur bor air bersih. Bertempat di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Desa Bandung, Kabupaten Kebumen, Rabu (9/10), Sekretaris Ditjen Migas Iwan Prasetya Adhi menyerahkan bantuan tiga unit sumur bor air bersih untuk masyarakat Kabupaten Kebumen yang terletak di Desa Bandung, Kutosari dan Pakuran.

"Pada tahun anggaran 2019 ini, Kementerian ESDM menargetkan sebanyak 650 unit sumur bor yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya adalah tiga unit sumur bor di Kabupaten Kebumen," ujar Sesditjen Migas Iwan Prasetya Adhi.

Tiga unit sumur bor tersebut memiliki spesifikasi teknis kedalaman 125 m, debit antara 1,5 sampai dengan 2,5 iiter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK dan dilengkapi dengan rumah panel listrik, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter. Dengan debit air rata-rata 2 liter/detik, setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.880 jiwa.

Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam ini, dirasakan efektif dan berhasil membantu mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah sulit air. Oleh karena itu, Pemerintah terus berupaya meningkatkan anggaran untuk program ini, agar dapat dibangun lebih banyak sumur bor dalam di seluruh wilayah Indonesia yang masih kesulitan air bersih.

Sampai dengan Agustus 2019, Badan Geologi Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2.335 unit sumur bor tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun, yang dapat melayani sebanyak kurang lebih 6,6 juta jiwa. Sumur bor tersebut tersebar di 34 provinsi dan 312 kabupaten.

"Untuk di Kabupaten Kebumen, dari tahun 2008 hingga 2018 telah berhasil dibangun sebanyak 13 unit sumur bor dan tahun 2019 telah dibangun sebanyak tiga unit dengan total kapasitas produksi air bersih minimal mencapai 857.776 m3 per tahun dapat memenuhi kebutuhan air bersih minimal sebanyak 544.887 jiwa penduduk minimal terlayani," papar Iwan.

Pemberian bantuan sumur bor air bersih ini rencananya akan terus dilanjutkan. Pada tahun 2020, diharapkan dapat dibangun 10 unit sumur bor di Kabupaten Kebumen.

"Insya Allah bantuan ini tidak hanya berhenti di tahun ini, tetapi kami programkan tiap tahun selalu ada. Tergantung kecukupan anggaran," imbuh Iwan.

Pemerintah Kabupaten Kebumen menyambut gembira bantuan ini karena dapat membantu masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih. "Sumur bor sangat bermanfaat karena di Desa Bandung dan beberapa titik masih kesulitan air pada musaim kemarau. Dengan banyaknya sumber air, warga masyarakat di sini lebih dimudahkan banyak sumber air yang dapat diakses," kata Sekda Kebumen Ahmat Ujang Sugiono.

Hal senada juga diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah, KH Abdul Qadir Djaelani. "Atas nama Ponpes, kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Kementerian ESDM yang dua bulan lalu tanpa diduga dan tanpa adanya pengajuan proposal, kami mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan. Tepat sasaran (bantuan) ini," ucapnya.

Selama ini, pemenuhan air bersih untuk kebutuhan santri masih terbilang kurang. Tak jarang, mereka harus antri untuk mandi karena keterbatasan air bersih. "Kami punya 6 sumur dan masih kurang. Kalau musim (kemarau) seperti ini, mau mandi antri dua hari sekali," kelakarnya.

Mengingat sumur bor ini dibangun dengan anggaran yang cukup besar dan menggunakan APBN, Pemerintah mengharapkan agar sumur tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat. (TW)