Jargas Mulai Mengalir di Sidoarjo, Bupati Minta Masyarakat Jaga Fasilitas

Jakarta, Pemerintah membangun 11.418 sambungan rumah (SR) jaringan gas untuk rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur untuk tahun anggaran 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.157 SR berlokasi di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin dan mulai dapat dinikmati masyarakat setelah dilakukan gas-in secara parsial, Senin (16/8).

Peresmian pengaliran jargas dilakukan secara sederhana oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, didampingi Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jargas Untuk Rumah Tangga Ditjen Migas Kementerian ESDM, Irwanto dan Koordinator Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono, serta Division Head Regional Support & Services - PGN SOR III Hamalsyahan.

"Masyarakat harus menjaga fasilitas yang ada agar program jargas bisa terus di Sidoarjo," katanya seraya menambahkan, pada tahun 2022 diharapkan dapat dibangun lagi jargas sebanyak 35.000 SR.

Dengan menggunakan jargas, lanjut Bupati Sidoarjo, penghematan yang diperoleh dapat mencapai 50%, aman dan terlayani 24 jam. "Harganya yang sangat murah kalau masyarakat tidak memanfaatkan akan rugi. Karena bisa hemat sampai dengan 50% dibandingkan dengan pengguna LPG 3 kg," katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jargas untuk Rumah Tangga Ditjen Migas Kementerian ESDM, Irwanto, memaparkan, jargas Kabupaten Sidoarjo tahun anggaran 2021 ini mengalir di Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Candi. 

Jargas di Kecamatan Tanggulangin dibangun sebanyak 3.653 SR terdiri dari Kelurahan Randegan sebanyak 1.248 sambungan rumah (SR), Gagangpanjang 1.248 SR, dan Ketegan  1.157 SR. Sedangkan di Kecamatan Candi sebanyak 7.765 SR terdiri dari Kelurahan Ngampelsari sejumlah 1.921 SR, Balonggabus 1.122 SR, Balongdowo 1.530 SR, Kendal Pecabean 1.311 SR, dan Kali Pecabean sejumlah 1.881 SR. 

Proyek ini memiliki pipa pada jalur 125 dari Keden Sari sampai dengan Gagangpanjang sepanjang 6.120 meter, dengan ukuran pipa 63 mm sepanjang 12.809 meter. Sumber gas berasal dari Lapangan Lapindo.

Jargas yang baru dibangun ini nantinya dioperasikan PT Pertagas Niaga (grup PGN Subholding Gas).

Koordinator Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, mewakili Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, menambahkan, pembangunan jargas di Kabupaten Sidoarjo tahun 2021 merupakan keenam kalinya. Dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik fasilitas yang dibangun melalui APBN ini. "Harganya sangat murah, kalau masyarakat tidak memanfaatkan akan sangat rugi," tambah Agung.

Senada dengan Bupati Sidoarjo, Division Head Regional Support & Services - PGN SOR III Hamalsyahan juga meminta agar masyarakat menjaga infrastruktur ini. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait cara pemakaian, sekaligus hal-hal yang tidak diperbolehkan seperti membakar sampah di atas jaringan pipa.

Dengan dana APBN, sejak 2009 dan hingga 2020, telah terbangun 535.555 SR. Sedangkan untuk tahun 2021, rencananya akan dibangun 120.776 SR di 21 kabupaten/kota.

Pembangunan jargas merupakan salah satu program yang mendukung diversifikasi energi dan dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi melalui pipa bagi sektor rumah tangga.

Tujuan dari program pembangunan jargas adalah memberikan akses energi kepada masyarakat, memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar gas bumi, membantu ekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan dan mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.

Jargas juga bermanfaat mengurangi emisi gas buang yang akan membuat penurunan tingkat pencemaran lingkungan secara signifikan. (TW)