Indonesia Tegaskan Komitmen Sukseskan Paris Agreement Pada One Planet Summit

Jakarta, Pemerintah Indonesia tegaskan komitmen untuk mensukseskan Paris Agreement pada One Planet Summit yang diselenggarakan pada hari Selasa (12/12) di Paris, Perancis, serta mendorong diselesaikannya petunjuk (guidelines) mengenai implementasi Paris Agreement.

Dalam evaluasi 2 tahun komitmen Indonesia untuk memenuhi Paris Agreement, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai hal-hal sebagai berikut:

a) Ratifikasi Paris Agreement pada 31 Oktober 2016 berupa UU Nomor 16 Tahun 2016.

b) Registrasi National Determined Contributions (NDC) pada 6 November 2016 untuk pengurangan emisi 29% (834 juta ton CO2) hingga tahun 2030 dengan pembiayaan sendiri dan 41% (1.081 juta ton CO2) dengan dukungan internasional. Serta ratifikasi konvensi internasional terkait lingkungan lainnya (misalnya Konvensi Minamata).

c) Showcase Kebijakan Indonesia terkait perubahan iklim, dengan meningkatkan pengembangan energi terbarukan, pengelolaan hutan dan lahan, serta program Iklim di lingkungan rural dan urban. Showcase ini diharapkan dapat menarik perhatian dunia internasional untuk meningkatkan investasi dan kerja sama pada kegiatan-kegiatan terkait green and climate project.

"Jadi dari inti pertemuan ini adalah sudah 2 tahun ada komitmen di Paris Agreement, ini jangan jadi komitmen saja. Harus ada actionnya, dan Indonesia sudah banyak yang dilakukan," kata Jonan di Kedutaan Besar Indonesia di Paris, Selasa (12/12).

Pertama, Indonesia sudah melokalkan Paris Agreement menjadi kerangka kerja nasional dan sub-nasional, termasuk Regional Energy Plan (RUED) dan Regional GHG Action Plan (RAD-GRK) di masing-masing provinsi.

Dalam dua tahun, Indonesia berhasil mengurangi emisi CO2 dari sektor energi sebesar 46,31 juta ton, melampaui target 31 juta ton. "Untuk energi baru dan terbarukan, tahun ini saja setidaknya ada penandatanganan 68 kerja sama di sektor EBT. Total kapasitasnya sekitar 1.189 MW. Ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia," kata Jonan.

Dalam rangkaian acara One Planet Summit, sehari sebelumnya (11/12) Menteri Jonan juga menyaksikan penandatanganan tiga buah Letter of Intent (LoI) pembangkit energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan pengembang Perancis yang meliputi PLTB Tanah Laut 70 MW dan PLTS Bali-1 dan Bali-2 masing-masing berkapasitas 50 MWp.

Pada One Planet Summit 2017, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berpartisipasi pada tiga panel yaitu Scaling-Up Finance for Climate Action, Greening Finance for Sustainable Business, dan Accelerating Local and Regional Climate Action. Pada panel-panel tersebut, beberapa hal yang disampaikan yaitu :

a. Progres pengembangan EBT melalui 68 penandatanganan PPA pada 2017, total nilai investasi sekitar 2,37 Milyar USD dengan kapasitas sekitar 1.189 MW. Selain itu, Indonesia mendukung pengembangan dan investasi tenaga listrik yang memanfaatkan sumber-sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui Permen ESDM No. 50/2017.

b. Dalam climate funding untuk proyek-proyek energi, diharapkan mekanisme pendanaan tidak menyulitkan, ekonomis, dan tidak membebani negara berkembang.

One Planet Summit adalah konferensi tingkat tinggi yang digagas oleh Presiden Perancis, Emmanuel Macron pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, 8 Juli 2017. Acara ini diselenggarakan Bersama oleh Pemerintah Perancis, PBB dan Bank Dunia. Forum ini mengundang partisipasi negara-negara, organisasi-organisasi internasional dan entitas-entitas bisnis serta didukung oleh UNFCCC, OECD, Komisi Eropa, C40 Cities Group, dan Global Covenants of Mayors. (DEP)