Indonesia Gandeng Inggris Luncurkan MENTARI

Jakarta, Untuk mewujudkan energi bersih, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Pemerintah Inggris, Kamis (30/7), secara virtual meluncurkan program MENTARI: Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia.

"Komitmen Pemerintah Indonesia mengurangi emisi sekaligus mewujudkan akses energi ke masyarakat akan selalu mempertimbangkan aspek lingkungan sehingga pemanfaatannya bisa berkelanjutan (sustainability)," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga Pelaksana Tugas Dirjen Migas, Ego Syarial, dalam kesempatan ini.

Langkah konkret yang diambil Pemerintah adalah mengkonversi pembangkit-pembangkit listrik berbasis fosil yang menghasilkan emisi tinggi dengan pembangkit berbasis energi terbarukan.

Program MENTARI merupakan salah satu terobosan penting dari implementasi transisi energi guna menstimulus perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah optimis bahwa program ini mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta menekan kemiskinan melalui pengembangan energi bersih.

Ego mengakui kebijakan pembatasan fisik dan isolasi untuk mengatasi penyebaran Covid-19 berdampak signifikan bagi penurunan konsumsi global. Tercatat, konsumsi bahan bakar fosil lebih rendah 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini justru membawa berkah karena emisi CO2 bisa turun signifikan. "Oleh karena itu, selama masa pandemi, produksi energi harus disesuaikan dengan mempercepat proses transisi energi bersih," tambahnya.

Kementerian ESDM menyambut baik kerja sama ini, mengingat Pemerintah Inggris sudah lebih berpengalaman dalam pengembangan energi terbarukan. Inggris dinilai sebagai negara tersukses di dunia yang berhasil mengurangi porsi energi fosil secara drastis sejak pandemi berlangsung. Bahkan di bulan Juli ini, Pemerintah Inggris telah menggelontorkan dana senilai Rp 73 triliun untuk sektor energi terbarukan guna menstimulus pertumbuhan ekonomi domestik.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins menilai, Indonesia juga punya potensi besar menjadi salah satu negara terbesar di dunia dalam pengembangan energi hijau di masa mendatang. “Indonesia memiliki peluang menjadi negara adidaya di sektor energi terbarukan. Apalagi kita tengah menghadapi tantangan pemulihan ekonomi global berbasis lingkungan (green economy) dan telah memasuki masa kritis dalam melawan perubahan iklim. Saya senang Inggris bermitra dengan Indonesia melalui program MENTARI dalam mendukung transisi energinya," jelas Jenkins.

Nantinya, Inggris akan berbagi pengalaman dalam menyiapkan kerangka regulasi di seputar energi terbarukan yang bermuara pada pembentukan iklim bisnis yang lebih baik serta mendorong keterlibatan swasta dalam proyek-proyek energi terbarukan baik on-grid maupun off-grid terutama di Indonesia Timur.

Peralihan ke energi bersih menguntungkan semua pihak. Tidak saja mengurangi emisi berbahaya dan melindungi kelestarian lingkungan, namun pendekatan yang ramah lingkungan juga akan meningkatkan ketahanan energi dan membantu menyediakan listrik yang andal dan berbiaya rendah bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peluncuran MENTARI juga diisi diskusi dengan menampilkan narasumber dari Kementerian ESDM dan IESR. (TW)