Capaian Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas Tahun 2021 Lampaui Target

Jakarta, Tantangan pandemi Covid-19 tak menjadi penghalang bagi para pegawai Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM untuk menjalankan tugas dengan baik selama tahun 2021. Bahkan kinerja unit ini mampu melampaui target yang telah ditetapkan.

Hal itu mengemuka dalam Town Hall Meeting Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dengan para pegawai Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas, Selasa (18/1), di Auditorium Migas, Gedung Ibnu Sutowo, Jakarta. Kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahmi, meningkatkan kerja sama dan semangat kerja, serta mendorong pimpinan dan para pegawai untuk saling bertukar pikiran.

Dalam pertemuan yang dilakukan secara hybrid ini, Dirjen Migas didampingi oleh Sesditjen Migas Alimuddin Baso dan Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Wakhid Hasyim.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Wakhid Hasyim dalam laporannya menyampaikan, secara umum capaian kinerja Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas tahun 2021 di atas target. Sebagai contoh, di bidang standardisasi migas, sebanyak 11 RSNI-3 telah disampaikan ke BSN untuk ditetapkan menjadi SNI. Ini di atas target sebelumnya yaitu sebanyak 3 RSNI-3. Selain itu, sebanyak 5 RSKKNI telah disampaikan ke Kemenaker untuk ditetapkan menjadi SKKNI. "Capaian ini juga di atas target karena semula kami menargetkan 4 RSKKNI," tambah Wakhid.

Capaian lainnya, dari target 227 perusahaan, realisasi perusahaan yang menerapkan standar wajib pada kegiatan usaha migas mencapai 356 perusahaan. Pada bidang ini, juga ditetapkan 2 Keputusan Dirjen Migas terkait standar dan mutu (spesifikasi) bahan bakar yang dipasarkan di dalam negeri.

Mengenai statistik kecelakaan migas, Wakhid menyampaikan bahwa untuk hulu migas terjadi 75 kecelakaan kerja di mana 67 kecelakaan termasuk ringan, 6 kecelakaan sedang, 1 berat dan 1 kecelakaan fatal. Sedangkan pada hilir migas, terjadi 24 kecelakaan kerja di mana 13 kecelakaan termasuk ringan, 4 sedang, 2 berat dan 5 kecelakaan fatal.

Untuk menekan terjadinya kecelakaan migas, menurut Wakhid, pihaknya akan meningkatkan kegiatan inspeksi migas yang sempat terkendala pandemi Covid-19.

Capaian lainnya adalah sebanyak 29 hulu migas berhasil menerima penghargaan keselamatan. Sementara untuk hilir, terdapat 46 perusahaan. "Terkait penghargaan migas ini, kami berencana meningkatkan jenis penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada badan usaha. Misalnya, penghargaan kepada perusahaan yang banyak memanfaatkan gas suar, serta penghargaan bagi perusahaan penunjang yang telah dilakukan audit kepatuhan dari aspek keselamatan dan keteknikan," imbuh Wakhid.

Sementara mengenai badan usaha/bentuk usaha tetap pemanfaat gas suar selama tahun 2021, terdapat 58 perusahaan terdiri dari 51 BU/BUT hulu migas dan 7 perusahaan hilir migas.

"Untuk perusahaan yang menjaga safety kerja yaitu di atas 10 juta jam kerja aman, tercatat 16 perusahaan hulu dan 25 perusahaan hilir migas," papar Wakhid.

Terkait audit Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) di atas 76,55, terdapat 7 perusahaan hulu dan 15 hilir migas. Capaian ini juga di atas target.

Selain itu Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas juga melakukan pengawasan bagi perusahaan yang telah ditetapkan sebagai Obvitnas sektor Migas dengan capaian 14 perusahaan hulu dan 29 perusahaan hilir. Capaian ini juga di atas target.

Dalam bidang regulasi, telah diterbitkan Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Hulu Migas, Permen 32 Tahun 2021 tentang Inspeksi Teknis dan Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan pada Kegiatan Usaha Migas. Selain itu, revisi Permen ESDM Nomor 053 Tahun 2006 tentang Wajib Daftar Pelumas yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Dalam pertemuan tersebut, Wakhid Hasyim juga memaparkan rencana kerja serta target-target yang harus dicapai oleh unit yang dipimpinnya. Antara lain, penyusunan Keputusan Dirjen Migas Juknis turunan Kepmen ESDM Nomor 32 Tahun 2021, optimalisasi pemanfaatan BBG, rancangan Permen CCUS dan penyusunan Pedoman Pengelolaan Bahan Peledak Migas.

Dirjen Migas Tutuka Ariadji mengapresiasi capaian Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas selama tahun 2021. Menurut dia, banyak kejadian besar dalam industri migas yang terjadi tahun lalu seperti kebakaran kilang dan illegal drilling. Kejadian-kejadian ini merupakan tantangan dan menjadi pembelajaran bagi para pegawai Ditjen Migas.

Dalam kesempatan tersebut, untuk mendukung perubahan iklim, Tutuka mengusulkan dilakukannya kerja sama dengan beberapa negara agar CCUS dapat masuk ke agenda G20. "Terus jalin kerja sama dengan beberapa negara terkait CCUS. G20 akan digelar pada Oktober atau November mendatang dan pada saat itu kita sudah punya kerja sama dan melakukan kegiatan CCUS," tambahnya.

Pada sesi tanya jawab, diusulkan agar jumlah PPNS Migas dapat ditingkatkan mengingat semakin banyak permasalahan hukum terkait migas yang memerlukan tim penyidik.

Usulan lainnya adalah terkait peta jabatan fungsional termasuk Inspektur Migas dan untuk meningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap EOR, diusulkan agar dilakukan pertemuan rutin yang dipimpin oleh Dirjen Migas. (TW)