Arcandra: Ini 3 Jurus Jitu Jadi ASN Unggul di Sektor ESDM

Jakarta, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian ESDM bergerak menjadi manusia unggul yang berkontribusi terhadap kemajuan sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia.

Para ASN diharapkan mampu berkinerja secara adaptif dan inovatif terhadap tantangan global dan perkembangan zaman. "Fokus kita kemana? Fokus kita adalah inovasi. Apakah ada inovasi dalam kebijakan? Gross Split contohnya," kata Arcandra saat memberikan pengarahan kepada pegawai Badan Geologi Kementerian ESDM di Bandung, Rabu (21/8).

Arcandra menceritakan latar belakang kemunculan inovasi-inovasi dari perusahaan-perusahaan besar, seperti Apple, Microsot, Google, Facebook dan sebagainya yang justru lahir dari "garasi". "Ide-ide mereka muncul dari hasil diskusi di sebuah garasi karena adanya tools pendukung, saling terbuka, semangat tinggi dan istimewanya itu tempat paling nyaman," ungkap Arcandra.

Maka dari itu, imbuh Arcandra, untuk menunjang pembangunan maupun peningkatan SDM, diperlukan seperangkat sistem yang mumpuni dari dalam diri ASN maupun lingkungan agar bisa menjadi ASN unggul di sektor ESDM.

Dalam kesempatan tersebut Arcandra membeberkan 3 (tiga) poin penting yang mesti dimiliki ASN ESDM sebagai pelayan masyarakat, yaitu taat orangnya (disciplined people), taat berpikir (disciplined thought) dan taat bertindak (disciplined action). "Kalau semua sudah tertib akan berjalan sesuai dengan tugasnya, tak perlu birokrasi yang panjang dan dicari pimpinan," tegasnya.

Arcandra menyebut, salah satu perubahan mencolok yang dilakukan oleh ASN Kementerian ESDM dalam mengimplementasikan 3 hal di atas adalah penerapan perizinan dengan sistem online. Arcandra menilai sistem ini memudahkan para pelaku usaha secara terpusat dan cepat melakukan pengurusan perizinan, tanpa berbelit-belit dan proses birokrasi yang panjang.

Kebijakan lain adalah pemangkasan perizinan, termasuk pengurusan izin Surat Keterangan Terdaftar (SKT) jasa penunjang di sektor minyak dan gas bumi (migas). "Ada yang sekitar 1.800 hingga 2.000 pengajuan per tahun yang diurus Ditjen Migas. Padahal ini (sebelumnya) inefisiensi harus datang ke kantor, makanya kita online-kan saja," tutur Arcandra.

Arcandra pun berpesan agar ASN Kementerian ESDM selalu menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan tepat waktu. "Usahakan setiap ASN, selesaikan birokrasi semua target atau plan of development sesuai waktu. Jangan terlalu excuse, kalau sampai excuse terkait target pekerjaan yang meleset berarti ada yang salah dalam mengatur kerjaan," tegasnya.

Penyiapan SDM unggul sektor ESDM ini selaras dengan prioritas tahun keempat pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam membangun manusia yang unggul sebagai kunci kemajuan sebuah negara. (NA)