
Tangerang Selatan, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) c.q. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) kembali mengumumkan Pemenang Lelang Wilayah Kerja (WK) Migas Tahap II Tahun 2025 untuk Wilayah Kerja Gagah. Pengumuman pemenang Lelang Penawaran Langsung Tanpa Studi Bersama Wilayah Kerja Gagah diumumkan oleh Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman pada acara Final Meeting Studi Kajian Migas di 10 Open Area di Episode Hotel Gading Serpong, Tangerang Selatan, Senin (22/12).
Berdasarkan hasil penilaian Dokumen Partisipasi dalam lelang Penawaran Langsung yang ditawarkan Kementerian ESDM pada Tahap II Tahun 2025, Kementerian ESDM melalui Surat Keputusan No. 108.K/MG.04/DJM/2025 hal Hasil Lelang Penawaran Langsung Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi Tahap II Tahun 2025 Untuk Wilayah Kerja Gagah, telah menetapkan perusahaan Pemenang Lelang Penawaran Langsung Wilayah Kerja Gagah sebagai berikut:
|
No |
Wilayah Kerja |
Pemenang Lelang |
Komitmen Pasti 3 Tahun Pertama |
Bonus Tanda Tangan (US$) |
|
|
Kegiatan |
Total Nilai (US$) |
||||
|
1. |
Gagah |
PT Proteknik Utama |
- 2 Paket G&G - Akuisisi dan Processing dan data Seismik 2D 100 km - 1 Sumur Eksplorasi - 1 Paket GGRP Study
Total Komitmen Pasti |
750.000 900.000
2.100.000 500.000
4.250.000 |
300.000
|
“Pemerintah berharap pemenang dapat berkontribusi terhadap keamanan energi Indonesia di masa depan. Kami juga menghimbau agar pemenang untuk dapat melaksanakan komitmen pasti yang telah ditentukan dengan baik, dan segera menyelesaikan Kontrak Kerja Sama,” papar Laode.
Pemerintah terus berkomitmen mendukung kegiatan usaha hulu Migas di tanah air dengan melakukan pembenahan pengelolaan usaha hulu Migas. Pembenahan ini diharapkan dapat memberikan rasa percaya bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Selain itu, Kontraktor juga akan mendapatkan fasilitas perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila terjadi kendala ekonomi, Kontraktor dapat mengajukan insentif untuk mengembangkan Wilayah Kerja yang dikelola.
“Wilayah Kerja Gagah ini terletak di daratan Sumatera Selatan dan memiliki potensi sumber daya sekitar 173 juta barel oil atau 1,1 triliun kaki kubik. Pemerintah mengharapkan dengan diumumkannya pemenang lelang ini, potensi pada Wilayah Kerja Gagah tersebut dapat segera turut berkontribusi dalam menjaga produksi Migas nasional,” papar Laode. (KDB)