Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru BBM

Penjelasan mengenai kebijakan baru ini dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (31/12), dihadiri oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Meneg BUMN Rini Soemarno, Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng dan Dirut PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto.

Menteri ESDM Sudirman Said dalam kesempatan tersebut menjelaskan, dalam kebijakan baru BBM, terdapat tiga kategori bahan bakar yaitu pertama, BBM Tertentu yang masih disubsidi, terdiri dari Minyak Tanah dan Solar. Harga jual Minyak Tanah ditetapkan sebesar Rp 2.500 per liter. Sedangkan harga Solar diberikan subsidi tetap Rp 1.000 per liter. Solar masih diberikan subsidi dengan pertimbangan, banyak digunakan untuk kegiatan perekonomian.

Kedua, BBM Khusus Penugasan yaitu BBM (Bensin RON 88) yang tidak disubsidi namun karena harus didistribusikan ke wilayah yang jauh dan sulit, maka diberikan biaya penugasan sebesar 2% dari harga dasar. Penugasan ini untuk wilayah di luar Jawa, Bali dan Madura.

Ketiga, BBM Umum yaitu BBM (Bensin RON 88) yang tidak diberikan subsidi dan berlaku untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali. Harga jual eceren BBM Umum ditetapkan oleh badan usaha dengan ketentuan bahwa harga terendah ditentukan berdasarkan harga dasar ditambah Pajak pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dengan margin badan usaha yang paling rendah 5% dari harga dasar. Sedangkan harga tertinggi, dengan margin maksimal 10%.

Meski tidak lagi memberikan subsidi terhadap Premium, menurut Sudirman, bukan berarti Pemerintah lepas tangan karena Pemerintah masih tetap mengatur cara menentukan harga BBM. “Ini suatu kebijakan yang bagus karena masyarakat diajak membiasakan diri dengan dinamika harga keekonomian,” tambah Sudirman.

Dengan kebijakan baru ini, setiap bulannya Menteri ESDM akan mengeluarkan Kepmen ESDM mengenai harga dasar dan harga jual eceran BBM bersubsidi, sebagai patokan. Harga dasar ini terdiri dari biaya perolehan, biaya distribusi, biaya penyimpanan serta margin. Perhitungan harga dasar menggunakan rata-rata indeks pasar dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dengan kurs Bank Indonesia peride tanggal 25 sampai dengan tanggal 24 bulan sebelumnya.

Mengingat untuk pertama kali harga eceran jenis BBM Tertentu dan BBM Khusus Penugasan, maka ditetapkan dalam Peraturan Presiden yang berlaku 1 Januari 2015. Harga Solar ditetapkan Rp 7.250 per liter dan Premium Rp 7.600 per liter. Perhitungan ini berdasarkan harga minyak kurang dari US$ 60 per barel dan kurs Rp 12.380 per Dolar AS. (TW)

Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo St. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 129100
Telp: 021-5268910. Fax: 021-5268979.
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2024. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.