
Batam, Pemerintah terus berupaya meningkatkan pengawasan terhadap keandalan distribusi energi nasional. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara berkala melakukan evaluasi terhadap ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah di Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam dalam rapat koordinasi bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) saat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Migas Komisi XII DPR RI di Batam, Kamis (5/2), menegaskan pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan guna memastikan bahwa fluktuasi permintaan menjelang hari besar keagamaan dapat tertangani dengan baik.
“Kami bersama Komisi XII DPR RI memberikan perhatian serius pada peningkatan ketahanan stok BBM dan LPG Tabung 3 KG, khususnya untuk wilayah Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan) dan seluruh pelosok negeri. Kita harus mengantisipasi pasokan dengan matang menjelang Hari Raya Imlek dan memasuki bulan suci Ramadan agar jangan sampai terjadi kelangkaan di tengah masyarakat,” pungkas Rizwi.
Berdasarkan data hingga 4 Februari 2026, kondisi ketahanan energi nasional dilaporkan cukup aman. Meski demikian, Pemerintah meminta Pertamina terus melakukan modernisasi fasilitas penyimpanan dan penyesuaian kapasitas di lokasi strategis guna mencegah kelangkaan di daerah.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya dalam kesempatan tersebut juga mengugkapkan perlunya perhatian khusus menjelang perayaan Hari Raya Imlek 2026 serta Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H, agar penyaluran BBM dan LPG tidak terganggu.
“Tentunya pada masa menjelang RAFI dan Imlek ini perlu mendapat atensi, kita tidak ingin terjadi kelangkaan BBM dan LPG yang menyebabkan antrean. Sehingga demikian, kita berharap pelayanan Pertamina kepada masyarakat dapat ditingkatkan. Manajemen stok yang baik akan mencegah keterlambatan dan kelangkaan suplai,” papar Bambang.
Kunjungan Kerja Panja Migas Komisi XII DPR RI juga dihadiri oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Supply SKK Migas Dino Andrian dan Senior Vice President Government Program Management Pertamina Brahmantya Satyamurti Poerwadi.
Selain memastikan ketahanan stok BBM dan LPG menjelang Imlek dan RAFI, kegiatan kunjungan kerja juga meninjau Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kepulauan Riau dan mengunjungi salah satu produsen pipa sebagai bagian dari penguatan kapasitas industri migas nasional. (KDB)