Bali, Pemerintah terus berupaya mencapai target produksi minyak dan gas bumi (Migas) nasional dengan mengembangkan potensi hulu Migas di berbagai wilayah. Dengan banyaknya potensi Migas yang dimiliki Indonesia, tentunya Pemerintah terus membuka peluang bagi investor nasional maupun internasional yang berniat untuk bekerja sama dengan Pemerintah. Sebagai bentuk upaya Pemerintah dalam meningkatkan produksi Migas nasional, Ditjen Migas Kementerian ESDM mengadakan Business Talk pada acara Indonesia-China Energy Forum (ICEF) Ke-7 di Hotel Intercontinental Bali, Selasa (3/9).
“Di sesi tadi pagi, Indonesia menyampaikan tentang upaya mencapai target produksi minyak dan gas bumi. Kedua pihak juga berbagi potensi kerja sama dan kolaborasi dalam pengembangan sektor Migas. Pada sesi ini, kami ingin mengambil kesempatan yang baik ini untuk berdiskusi lebih lanjut dengan pihak Cina untuk menggali peluang kerja sama yang riil antara Indonesia dan Cina di bidang Migas,” papar Direktur Pembinaan Program Migas Mirza Mahendra saat mengawali pertemuan Business Talk tersebut.
Pertemuan Business Talk pada acara Indonesia-China Energy Forum (ICEF) Ke-7 ini dihadiri oleh Direktur Pembinaan Program Migas Mirza Mahendra, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto, perwakilan SKK Migas, Pertamina serta beberapa perusahaan energi dari Cina, seperti CNOOC Southeast Asia, CNPC, Sinopec dan Petrochina.
Mirza memaparkan bahwa Pemerintah melalui kesempatan ini ingin menyampaikan perkembangan sektor hulu Migas di Indonesia, termasuk proyek-proyek yang prospektif menjadi peluang kerja sama dengan Cina. “Kita menyaksikan kemitraan yang semakin kuat melalui pengumuman pemenang lelang wilayah kerja Migas, dimana salah satu pemenangnya adalah Sinopec. Kami yakin kehadiran Sinopec dalam kegiatan hulu Migas Indonesia akan mempererat dan memperluas kolaborasi kedua negara,” ungkap Mirza.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto juga memberikan paparan singkat terkait Indonesia Oil and Gas : New Regulation and Investment Opportunity dilanjutkan dengan paparan singkat dari SKK Migas dan Pertamina.
“Pemerintah terus berupaya membuka peluang kerja sama bagi investor salah satunya untuk melakukan kegiatan eksplorasi Migas dalam rangka mengoptimalkan potensi migas, melalui Penawaran Wilayah Kerja Migas. Pada bulan Mei 2024 lalu, telah ditawarkan 5 (lima) Wilayah Kerja (WK) Migas, yaitu WK Amanah, WK Central Andaman, WK Melati, WK Panai dan WK Pesut Mahakam,” pungkas Ariana.
Ariana menambahkan bahwa pagi tadi juga telah diumumkan pemenang lelang 3 (tiga) WK yaitu WK Central Andaman, WK Amanah dan WK Melati. Yang menarik dari pengumuman ini adalah terdapat perusahaan Migas Cina yang berpartisipasi dalam Lelang WK Migas ini. Pihaknya turut mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah Cina dan berharap hubungan yang baik antara kedua Pemerintah khususnya di subsektor hulu Migas ini dapat terus ditingkatkan.
Pemerintah terus membuka potensi kerja sama dan kolaborasi dalam pengembangan sektor Migas, baik hulu maupun hilir Migas dengan Cina. Pemerintah berharap melalui hubungan bilateral yang baik antara kedua Pemerintah, dapat meningkatkan hubungan bisnis antar negara.
“Ijinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih atas hubungan baik yang sudah terjalin lama antara Indonesia dan Cina. Melalui kesempatan ini kita secara khusus menggali kerja sama di sektor hulu Migas. Akan tetapi di lain kesempatan, Indonesia juga ingin bisa membahas potensi kerja sama di usaha penunjang Migas. Kami berharap ke depan ada lebih banyak investasi Cina di sektor Migas Indonesia,” pungkas Mirza. (KDB)