Revisi Perpres 55/2005: Angkutan Umum dan Riset Diusulkan Dapat Subsidi BBM

Usulan itu mengemuka dalam rapat lanjutan revisi Perpres No 55 Tahun 2005 khususnya sektor pengguna di Gedung Migas, Rabu (16/9). Dalam rapat yang dipimpin Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Saryono Hadiwidjoyo tersebut, hadir perwakilan dari Ditjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan, Kementerian Riset dan Teknologi, PT Pertamina dan BPH Migas.

Diusulkan pula agar kendaraan pribadi  seperti mobil dan sepeda motor tidak perlu lagi mendapat subsidi BBM.

Jenis angkutan umum yang diusulkan mendapat subsidi BBM, tidak hanya yang berpelat kuning tetapi juga angkutan sewa berpelat hitam dan memiliki tanda KIR atau uji kelayakan kendaraan.

Sedangkan angkutan yang digunakan untuk penelitian dan diusulkan mendapat subsidi adalah kendaraan milik negara dan digunakan untuk riset demi kepentingan negara.

Agar lebih jelas, rapat menyepakati instansi-instansi terkait akan mengajukan secara tertulis jenis angkutan atau transportasi yang diusulkan mendapat subsidi. PT Pertamina juga mengharapkan agar usulan itu bersifat aplikatif, baik dari segi peraturan, pelaksanaan maupun pengawasannya.

Revisi Perpres No 55 Tahun 2005 diharapkan dapat diselesaikan pada pertengahan Oktober mendatang. Revisi dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Materi yang perlu didiskusikan kembali adalah definisi, harga jual, pengguna, titik serah dan kuota.

Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Telp: 021-5268910. Fax: 021-5268979.
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2025. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.