
Cilegon, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berkomitmen mendorong optimalisasi pemanfaatan gas bumi guna menjamin ketahanan energi melalui percepatan pembangunan infrastruktur Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai – Sei Mangkei (Dusem). Pembangunan pipa gas ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mengintegrasikan infrastruktur gas bumi di wilayah Sumatera Utara hingga Riau.
Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman saat membuka acara Pengiriman Perdana Pipa Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem di pabrik PT Krakatau Pipe Industries (KPI), Cilegon, Banten, Kamis (19/2), menyampaikan bahwa pembangunan pipa transmisi gas Dusem merupakan salah satu perwujudan dari kebijakan Pemerintah dalam program diversifikasi energi dan percepatan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.
“Pemerintah masih terus mengupayakan pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi dalam upaya merealisasikan kemudahan akses gas dengan menjangkau beberapa wilayah di Indonesia. Pembangunan pipa transmisi gas bumi ini bertujuan memberikan akses energi kepada sektor industri, komersial, dan masyarakat,” papar Laode.
Proyek jaringan pipa transmisi gas Dusem sepanjang total kurang lebih 541,8 km dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen 1 SKG Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 km dengan kontraktor pelaksana KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Nindya Karya memiliki nilai kontrak Rp 3,6 Triliun dan Segmen 2 Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas Duri sepanjang 262 km dengan kontraktor pelaksana KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor – PT Brantas Abipraya (Persero) – PT Sumber Bangun Sentosa – PT Singgar Mulia memiliki nilai kontrak Rp 2,8 Triliun.
Berdasarkan data laporan proyek hingga minggu ke-8, pelaksanaan pekerjaan menunjukkan capaian yang sangat positif dan berada di atas target yang ditetapkan, realisasi pada EPC Segmen 1 telah mencapai 12,447% dari rencana awal sebesar 7,638%, sementara EPC Segmen 2 mencapai 12,061% dari rencana awal sebesar 10,295%. Pipa yang digunakan dalam proyek ini juga merupakan pipa produksi dalam negeri dengan target komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) EPC sebesar 60,9% untuk Segmen 1 dan 62,49% untuk Segmen 2.
Percepatan progres fisik ini didukung oleh kelancaran distribusi material, di mana pengiriman pipa Batch 1 untuk Segmen 1 telah dimulai sejak 14 Februari 2026 dengan total sebanyak 1.900 batang melalui jalur laut menggunakan tongkang atau barge, yang akan segera disusul oleh pengiriman Batch 1 Segmen 2 dengan total sebanyak 130 batang per hari melalui jalur darat menggunakan armada trailer lowbed pada 23 Februari 2026.
Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries Rony Yanuardi pada kesempatan yang sama juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah khususnya Ditjen Migas atas kepercayaan yang telah diberikan kepada PT Krakatau Pipe Industries untuk turut berpartisipasi dalam proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem.
“Menjadi satu kehormatan bagi kami bisa mendapat kepercayaan lagi untuk dapat berpartisipasi dalam proyek ini mungkin sebelumnya kita juga turut berpartisipasi dalam proyek Cirebon-Semarang waktu itu ada Tahap 1 dan Tahap 2. Proyek ini merupakan proyek besar, kalau tidak ada hubungan baik dan kerjasama dengan pihak kontraktor kerjanya akan sulit tapi dengan teamwork yang baik, harusnya ini bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk kita selesaikan dengan lancar. Kami siap men-support dan berpartisipasi, yang jelas kami tidak akan membuang kesempatan kepercayaan telah diberikan kepada kami,” pungkas Rony.
Laode juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada semua tim yang terlibat dalam sehingga Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem ini dapat berjalan sesuai dengan timeline target yang telah direncanakan.
“Kami tentu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran baik dari Krakatau Steel serta Krakatau Pipe Industries atas langkah-langkah cepat dan terukur yang menyebabkan apa yang kita laksanakan masih berada dalam timeline, lalu kami sampaikan terima kasih juga kepada KSO 1 dan KSO 2 yang juga telah melakukan kerja sama yang sangat kompak dengan Krakatau Steel dan Krakatau Pipe dan tim kami sehingga proses dari pipa ini bisa berjalan, saya lihat timeline-nya masih sangat sesuai,” pungkasnya.
Proyek yang memiliki nilai investasi dengan total pagu sebesar Rp 6,5 Triliun ini dirancang untuk memiliki volume desain sebesar 109,2 MMSCFD. Pembangunan yang telah dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2027 ini diharapkan dapat mengintegrasikan jaringan pipa transmisi gas di sepanjang Pulau Sumatera, guna mendukung hilirisasi industri dan penyediaan energi bersih bagi masyarakat.
Laode berharap proses pengiriman pipa dan pekerjaan pembangunan pipa transmisi ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta selesai tepat waktu, sehingga pada akhirnya dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. (KDB)