Dukung Ketahanan Energi Nasional, Ditjen Migas Kawal Kolaborasi Pengembangan CBM Tanjung Enim

Berita



Jakarta,
Pemerintah terus berkomitmen untuk mendorong akselerasi pengembangan teknologi serta memastikan iklim investasi minyak dan gas bumi (Migas) non-konvensional tetap aman dan menarik guna mendukung ketahanan energi nasional. Hal ini ditegaskan Pemerintah dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kolaborasi (Collaboration Agreement) antara NuEnergy Gas Limited dan PT Beijing Energy Linking (PT BEL) di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (8/1).

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan Produksi dan Lifting Migas Nanang Abdul Manaf, mewakili Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), dalam sambutannya pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam mengoptimalkan potensi Coal Bed Methane (CBM) atau Gas Metana Batu bara di Indonesia.


“Penandatanganan ini menjadi momentum lanjutan setelah pencapaian sejarah pada 17 Desember 2025 melalui penandatanganan Gas Sales and Purchase Agreement (GSA) pertama untuk CBM di Indonesia dengan nilai kontrak mencapai USD 200 juta,” pungkas Nanang.

Pemerintah pada kesempatan tersebut juga memastikan  agar pengembangan CBM, khususnya di Blok Tanjung Enim, segera ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan adanya penetapan status PSN, diharapkan akan mendapatkan dukungan lintas sektor yang lebih kuat, percepatan perizinan dan kemudahan penggunaan lahan guna mengejar target produksi gas nasional 12 BSCFD di tahun 2030.

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis terbentuknya CBM Hub di Sumatera Selatan untuk menjamin aliran gas domestik yang berkelanjutan dan mendukung swasembada energi dalam transisi energi bersih,” papar Nanang.


Group Executive Chairman of Globaltec Formation Berhad Tan Sri Datuk Seri Panglima Goh Tian Chuan pada kesempatan yang sama juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan juga para mitra terhormat atas kepercayaan pada proyek gas lapisan batu bara Indonesia. “Seperti semua proyek skala besar, akuisisi tanah dan persetujuan lisensi terkait sangat penting. Kami sungguh-sungguh meminta Pemerintah dan para pihak terkait untuk terus memberikan panduan dan dukungan di masa depan untuk membantu proyek berjalan dengan lancar,” paparnya.

Nanang menyampaikan bahwa Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas akan selalu terbuka untuk diskusi mengenai tantangan teknis atau regulasi di lapangan. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa investasi di sektor ini tetap menarik, aman dan berkelanjutan. “Kehadiran kami di sini adalah untuk menegaskan dukungan penuh Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan potensi sumber daya GMB menjadi kenyataan yang secara langsung bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.


Pemerintah berharap melalui penandantanganan Perjanjian Kolaborasi (Collaboration Agreement) ini dapat meningkatkan standar operasional serta memberikan efek domino ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat Sumatera Selatan.

"Kehadiran PT BEL yang didukung oleh BJEI dan Envision Group diharapkan membawa standar operasional terbaik (best practices) melalui transfer teknologi pengeboran. Selain aspek teknis, kerja sama ini juga membuka potensi kolaborasi finansial untuk proyek-proyek CBM di masa depan,” jelas Nanang. (KDB)

Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Telp: 021-5268910. Fax: 021-5268979.
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2026. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.