Dukung Kemandirian Energi Nasional, Dirjen Migas Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

Berita



Serang
, Pemerintah terus berkomitmen mewujudkan kemandirian energi nasional dengan memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman, saat melaksanakan kunjungan kerja ke fasilitas manufaktur PT. Teknologi Rekayasa Katup (TRK) Valves di Cikande, Serang, Banten, Sabtu (22/11).

Dirjen Migas Laode Sulaeman didampingi Plt. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono meninjau langsung kesiapan industri penunjang migas dalam menyuplai kebutuhan komponen vital bagi proyek-proyek energi di tanah air.

Laode pada kesempatan tersebut juga menyoroti terkait isu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang masih menggunakan produk impor, padahal produk sejenis dengan kualitas setara sudah tersedia di dalam negeri. Laode menegaskan bahwa Pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi regulasi penggunaan produk dalam negeri.

"Tentunya pemerintah akan mendukung produk dalam negeri, semua regulasi dan ketentuan hukum akan kita check dan akan kita periksa juga implementasinya, apakah sudah sesuai, sudah dijalankan. Industri dan SDM dalam negeri harus kita dukung," tegas Laode Sulaeman.


Laode melalui kunjungan tersebut juga memberikan apresiasi tinggi dan sangat bangga karena semua tahapan produksi dengan prosedur dan standar ketat sesuai yang berlaku di industri migas serta menggunakan peralatan yang modern dan semua tenaga kerja SDM dalam negeri (labor skilled). Lebih lanjut, Laode menekankan pentingnya penyerapan produk lokal berkualitas tinggi untuk proyek-proyek strategis guna menjamin keamanan pasokan dan kemandirian energi.

"Apalagi sudah ada penyediaan produksi ball valve dalam negeri yang sudah sesuai standar dan tidak kalah kualitasnya dari produk impor. Perlu kita dukung, kita lindungi dan kita gunakan secara maksimal untuk mendukung pelaksanaan kebutuhan dalam negeri terutamanya untuk Proyek Strategis Nasional," tambah Laode.

Direktur Utama PT. TRK Valves Soni pada kesempatan yang sama juga menjelaskan bahwa PT TRK Valves adalah perusahaan manufaktur ball valve dalam negeri Indonesia yang dibangun pada tahun 2015 dengan plant seluas 5,2 hektar di Cikande, Serang, Banten yang menyuplai kebutuhan valve di industri migas, geothermal dan petrochemical dalam negeri dan luar negeri.

“TRK Valves dari awal sudah menggunakan desain dan engineering sendiri serta diproduksi sendiri dengan bantuan peralatan yang canggih dan presisi tinggi serta proses produksinya dikerjakan semua oleh tenaga kerja lokal dalam negeri. Terdapat lebih 150 pegawai/tenaga kerja di TRK Valves sekarang yang memiliki kompetensi dan skill berkualitas yang sebelumnya telah dididik dan diberi training sendiri oleh PT. TRK Valves,” papar Sony.


Sony juga menambahkan bahwa TRK Valves telah memiliki daftar pelanggan yang tak main-main baik dalam negeri hingga luar negeri, mulai dari PT Pertamina Hulu Mahakam, British Petroleum (BP), ExxonMobil, MedcoEnergi, Mubadala Energy, PGN, Petronas, hingga berbagai KKKS besar lainnya termasuk ke Borouge (anak usaha ADNOC).

Pemerintah terus konsisten mendukung penggunaan produk dalam negeri sesuai regulasi, demi kemandirian energi nasional. Melalui kunjungan seperti ini diharapkan dapat menjadi dukungan agar memacu semangat industri penunjang migas nasional untuk terus berinovasi, sekaligus memastikan agar KKKS memprioritaskan produk dalam negeri yang telah teruji secara kualitas dan standar keamanannya. (KDB)

Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Telp: 021-5268910. Fax: 021-5268979.
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2025. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.