Dalam pertemuan yang berskala internasional tersebut, Evita mengemukakan, untuk mengelola sumber daya alam, Pemerintah dan organisasi yang bertanggung jawab atas standarisasi, berkoordinasi menyusun sistem dan prosedur peralatan yang dapat meningkatkan produksi migas guna memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Untuk menyusun Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang migas, Ditjen Migas berkoordinasi dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN),  katanya. 

Dikatakan Evita, Indonesia telah menjadi anggota Komite Teknis ISO (TC) dan berpartisipasi aktif dalam ISO TC 67 dan Sub Komite (SC). Dengan partisipasi aktif ini, diharapkan dapat menyuarakan dan menginformasikan kebutuhan negara-negara anggota berkembang dalam pengembangan standar internasional.

Ia juga berharap agar pertemuan yang berlangsung 2 hari ini, dapat dimanfaatkan semua delegasi untuk berbagi pengalaman dalam rangka meningkatkan partisipasi negara-negara berkembang dalam menciptakan karya masa depan ISO TC.