Blok Natuna dan Mahakam Prioritas Hulu Migas 2012

Home > Berita

Kita berusaha menyelesaikan beberapa seperti Natuna dan Mahakam. Itu target-target saya,  kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo.

Evita berharap, penyelesaian kedua blok tersebut dapat diselesaikan sebelum 2012 berakhir.

Pembicaraan mengenai East Natuna, menurut Evita, terus berjalan. Namun masih ada beberapa hal yang masih menjadi masalah, antara lain insentif untuk perpajakan.

PT Pertamina dan mitra kerjanya yaitu Esso Natuna Ltd. Total E&P Activities Petrolieres dan Petronas telah menandatangani Principles of Agreement (PoA) terkait rencana eksplorasi dan eksploitasi wilayah  tersebut pada Agustus 2011. Selanjutnya, BUMN tersebut bersama mitranya melakukan pembahasan mengenai syarat-syarat dan ketentuan kontrak kerja sama yang hingga saat ini belum diperoleh kesepakatan.

Berdasarkan hasil studi, Blok East Natuna  memiliki cadangan potensial 57 TCF dan siap disertifikasi sebesar 29 TCF. Namun memiliki kandungan gas CO2 sebesar 71% sehingga untuk pengembangannya memerlukan waktu sekitar 6-10 tahun yang merupakan lag time yang panjang antara efektif date sampai dengan waktu produksi dan teknologi untuk melakukan studi aquifer gas limbah CO2 yang akan diinjeksikan ke dalam batuan terumbu.

Sementara mengenai permintaan perpanjangan Blok Mahakam, juga masih terus dibahas. Masa kontrak Blok Mahakam baru akan berakhir pada 2017 mendatang. Namun demikian,  perusahaan migas dari Prancis itu telah mengelola Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967 untuk 30 tahun. Ketika kontrak pertama berakhir pada 1997, Total mendapat perpanjangan kontrak selama 20 tahun hingga 2017.

 

Logo
Kementerian ESDM
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Gedung Ibnu Sutowo Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta 12910
Media Sosial
Call Center
136
Copyright © 2026. Kementerian ESDM Ditjen Migas. All Rights Reserved.