Wamen Arcandra: FSRU Jadi Kebutuhan di Masa Depan

Jakarta, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar didampingi Dirjen Migas Ego Syahrial, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat milik PT Nusantara Regas di Teluk Jakarta, Kamis (19/10). Dalam kunjungan tersebut, Wamen menekankan pentingnya FSRU untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia di masa depan.

"Saya melihat teknologi FSRU ke depannya menjadi kebutuhan kita di Indonesia," ujar Wamen Arcandra kepada wartawan disela-sela kunjungannya.

Wamen menjelaskan, meski teknologi FSRU secara teori tidak termasuk kompleks, namun ide untuk mengubah LNG ke gas dan kemudian mengirimkannya ke tempat-tempat yang membutuhkannya merupakan hal yang bagus. Di Indonesia, baru ada 2 FSRU yaitu FSRU Jawa Barat dan Lampung. Di dunia sendiri, belum banyak negara yang memiliki fasilitas FSRU.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen menyampaikan apresiasinya kepada PT Nusantara Regas yang mampu mengelola FSRU sendiri. Meski saat ini masih ada tenaga asing, namun diharapkan nantinya tenaga kerja Indonesia diharapkan mampu mengelola 100%. "Sekarang ini 98% (tenaga kerja Indonesia), semoga nanti FSRU yang selanjutnya bisa 100%. Tidak bisa serta merta dikelola dalam negeri. Ini yang namanya teknologi baru, jangan cemas selama kita mempunyai pemikiran bahwa teknologi membantu kita mempermudah pekerjaan," katanya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial menambahkan, FSRU merupakan pondasi awal bagi Indonesia untuk meningkatkan pemanfaatan LNG. "Di dunia (sekarang) ini penggunaan LNG mulai meningkat. Kemarin kami (di Jepang) didorong untuk meningkatkan penggunaan LNG," ujar Ego.

Direktur Utama Nusantara Regas Tammy Meidharma menyampaikan, FSRU Nusantara Regas ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Sebagai pioneer pengoperasian FSRU, Nusantara Regas terus berkomitmen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gas nasional tidak hanya untuk sektor kelistrikan, namun juga untuk sektor industri.

“Customer terbesar kami saat ini adalah PLN dan kami terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penyaluran gas ke pembangkit-pembangkit PLN, khususnya untuk mendukung pencapaian proyek 35.000 Megawatt. Selain itu kami juga mempersiapkan diri untuk mendukung pemenuhan gas sektor industri, khususnya untuk wilayah Jawa bagian Barat ” tegas Tammy.

FSRU Nusantara Regas sejak dioperasikan tahun 2012, mampu memasok gas sebesar maksimum 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk 3 pembangkit listrik yaitu PJB Muara Karang, IP Tanjung Priuk dan PJB Muara Tawar. Pasokan gas FSRU didapatkan dari Kilang LNG Bontang dan Tangguh. LNG dengan suhu minus 160 C dibawa dengan kapal LNG untuk kemudian disimpan dalam FSRU dan diregasifikasi dengan media Propane sampai menjadi gas.

Pada tahun 2017, Nusantara Regas memperkirakan penyaluran LNG hingga 28 kargo atau setara 225 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik PLN di Teluk Jakarta dan industri di area Jawa bagian Barat. Jumlah ini 4% di atas target tahun 2017. (TW)