The 12th ASEAN+3 Energy Security Forum

Jakarta, Pertemuan hari kedua Asean+3 yang dilaksanakan di Auditorium Migas, Selasa (19/5), mengambil tema The 12th ASEAN+3 Energy Security Forum (ESF).Acara ini dipimpin oleh Direktur Pembinaan Program Migas Agus Cahyono Adi dan Executive Director of ACE Dr. Sanjayan Velautham.

Direktur Pembinaan Program Migas Agus Cahyono Adi mengawali pertemuan mengatakan, ketahanan energi merupakan salah satu isu utama di hampir seluruh negara di dunia.Energi merupakan motor penggerak pertumbuhan suatu negara. Oleh karena itu, ketersediaannya menjadi prioritas bagi setiap negara.“Sejalan dengan hal tersebut, kita juga akan membahas mengenai kondisi energi di negara-negara kawasan ASEAN. Selain itu, kerja sama untuk mendukung ketahanan energi di ASEAN,” katanya.

Sebelum diskusi dimulai, wakil dari Kamboja yang sebelumnya menjadi tuan rumah The 11th ASEAN+3 Energy Security Forum (ESF) menyampaikan laporan hasil pertemuan terdahulu. Selanjutnya secara bergantian, perwakilan dari IEEJ, ACE dan JOGMEC menyampaikan paparan Energy Trends and Outlook di negara-negara ASEAN+3. ASEAN Centre for Energy menyampaikan paparan mengenai ASEAN+3 Oil Price Database, METI dan JOGMEC memaparkan Energy Security on Oil Capacity Building Program.

Disampaikan pula paparan mengenai ASEAN Coal Situation oleh AFOC dan Coal-Fired Power Plants-Global Situation oleh METI serta ASEAN Capacity Building on Nuclear oleh Cina. (TW)