Lifting Gas 2016 Ditetapkan 1,1 Hingga 1,3 Juta BOEPD

Jakarta, Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan Pemerintah menetapkan lifting gas bumi dalam RAPBN 2016 sebesar 1,1-1,3 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), Senin (22/6). Pemerintah optimis dengan perbaikan tata kelola migas, akan mampu memproduksi gas bumi lebih dari target tahun 2015.

Selengkapnya voting dari masing-masing fraksi adalah:

    1.Fraksi Golkar : 1,1-1,3 juta barel setara minyak per hari

    2.Fraksi Gerindra: 1,2-1,3 juta barel setara minyak per hari

    3.Fraksi Hanura: 1,15-1,3 juta barel setara minyak per hari

    4.Fraksi PPP: 1,1-1,3 juta barel setara minyak per hari

    5.Fraksi PKB: 1,1-1,2 juta barel setara minyak per hari

    6.Fraksi Demokrat: 1,15-1,2 juta barel setara minyak per hari

    7.Fraksi PAN: 1,1-1,2 juta barel setara minyak per hari

    8.Fraksi Nasdem: 1,1-1,3 juta barel setara minyak per hari

    9.Fraksi PKS: 1,05-1,25 juta barel setara minyak per hari

    10.Fraksi PDIP: 1,125-1,3 juta barel setara minyak per hari

Sebelum target lifting disepakati, FraksiGerindra terlebih dahulu meminta penjelasan lebih lanjut dari Menteri ESDM Sudirman Said karena target lifting gas tidak mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015. Atas pertanyaan tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan dapat memahami keinginan anggota DPR agar produksi gas dapat lebih tinggi karena persoalan pasar gas yang tidak terserap pasar domestik akibat keterbatasan infrastruktur. Menteri optimis, dengan adanya Perpres tentang Tata Kelola Gas Bumi yang sekarang tengah disusun dan dapat membentuk Agregator Gas, maka kelebihan gas tersebut dapat diserap dengan lebih baik.

Selain Perpres tentang Tata Kelola Gas Bumi, lanjut Sudirman, Pemerintah juga tengah menyusun Neraca Gas untuk mengetahui stok gas bumi dan pihak yang harus mendapat prioritas untuk mendapatkan gas, baik pabrik, pupuk maupun rumah tangga. “Hal-hal ini yang akan kita atur dan seharusnya tahun depan picture-nya lebih baik. Tapi kita belum bisa menjanjikan lompatan karena harus juga memperhatikan situasi pasar sekarang,” tambahnya.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menambahkan, jumlah gas alam cair (LNG) dari Bontang dan Tangguh yang belum terserap pasar domestik mencapai 18,9 kargo LNG.

Lifting gas sebesar 1,1-1,3 juta barel setara minyak per hari tersebut, terutama didasarkan pada produksi 10 KKKS utama yaitu Totalfinaelf E&P Indonesie, BP. Berau Ltd, Conocophilips (Grissik) Ltd, JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi, Conocophilips Inc, Ltd, Kangean Energy Indonesia Limited, Vico. Premier Oil Natuna Sea B.V dan Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd. (TW)