Dukung Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Transportasi Laut, PGN Tandatangani Kerja Sama dengan Kementerian Perhubungan

Jakarta, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN menandatangani kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengenai pemanfaatan gas bumi bagi transportasi laut, pada Rabu, 8/4/2015 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Laut Bobby R. Mamahit dan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, kerja sama pemanfaatan gas bumi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merupakan bentuk sinergi positif dalam upaya mempercepat konversi energi ke gas bumi yang telah diprogramkan oleh pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut gembira kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memasok LNG (gas bumi cair). Kerjasama ini merupakan momentum positif untuk memperluas penggunaan gas bumi di sektor maritim,” ujar Hendi Prio Santoso di Jakarta, Rabu (8/4), dalam siaran persnya.

Perluasan pemanfaatan gas bumi di sektor maritim ini kata Hendi akan mengurangi ketergantungan bahan bakar BBM yang selama ini digunakan oleh kapal-kapal di Indonesia. “Gas bumi lebih ramah lingkungan dan lebih efisien. Mengurangi ketergantungan impor BBM akan mengurangi pelarian devisa ke luar negeri dan mewujudkan kemandirian energi,” kata Hendi.

PGN selama ini sudah mengembangkan infrastruktur LNG berupa Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) yaitu PGN FSRU Lampung dan FSRU Jawa Barat (hasil patungan melalui PT Nusantara Regas).

Sesuai kesepakatan, dalam kerjasama ini kedua pihak akan melakukan studi persiapan infrastruktur LNG dan teknologi untuk modifikasi sarana transportasi laut. Selain itu melakukan alih teknologi pemanfaatan LNG sebagai bahan bakar kapal laut guna mendukung efisiensi pelayanan transportasi laut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bobby R. Mamahit mengatakan bahwa penggunaan BBM sebagai bahan bakar transportasi laut semakin diperketat berdasar aturan internasional. Sejalan dengan hal tersebut, penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan terus didorong. “Penggunaan gas bumi yang ramah lingkungan ini menjadi salah satu jalan keluar yang baik dalam perkembangan transportasi laut,” kata Bobby. Kementerian Perhubungan kata Bobby mendukung peningkatan pemanfaatan gas bumi untuk transportasi nasional. (TW)