Warga Samarinda Rasakan Manfaat Jargas

Samarinda, Warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur secara bertahap mulai merasakan manfaat program pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas). Total  jargas yang dibangun Pemerintah dengan dana Anggaran Pendapatan  dan  Belanja Negara (APBN) tahun 2018 di kota ini adalah sebanyak 4.500 sambungan rumah  (SR) yang tersebar di berbagai lokasi di  Kecamatan Sambutan.

Bertempat di Sektor 1 Pelita 7  Kota Samarinda, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto meresmikan pengoperasian jargas Kota Samarinda, Senin (25/3). Hadir pula dalam kesempatan ini,   Anggota Komisi VII DPR RI H. Ihwan Datu Adam, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Direktur Perencanaan dan Pembangunan  Infrastruktur  Migas Alimuddin Baso, Direktur Utama PT Pertamina Gas Wiko Migantoro, dan President Director PT Pertagas Niaga Linda Sunarti.

Pembangunan jargas merupakan program prioritas Pemerintah yang bertujuan memberikan akses energi kepada masyarakat,  menghemat pengeluaran biaya bahan bakar, membantu  ekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan serta mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.  “Ada penghematan yang akan masyarakat rasakan dan harapannya daya beli akan meningkat,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto dalam peresmian tersebut.

Pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan mempercepat program jargas melalui APBN sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat  penggunaan gas bumi. "Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi bahwa sumber daya alam harus dinikmati masyarakat setempat," tambahnya.

Dirjen Migas mengharapkan agar Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Samarinda ikut mengamankan serta memelihara infrastruktur jaringan gas untuk rumah tangga yang telah dibangun ini, sehingga manfaat gas bumi melalui pipa khususnya untuk sektor rumah tangga sebagai bahan bakar yang murah, nyaman, ramah lingkungan, dan aman dapat terwujud dengan baik.

Sejak pengaliran gas dilakukan bulan Desember 2018, saat ini  sebanyak 401 SR telah mengalirkan gas ke dapur warga. Alokasi gas dimanfaatkan sebanyak 0,25 mmscfd dari PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta. “Alhamdulillah pembangunan jargas Kota Samarinda telah selesai. Semoga bisa memberi manfaat lebih bagi warga,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Gas Wiko Migantoro.

Direktur Utama PT Pertagas Niaga Linda Sunarti mengatakan, setelah sambungan jargas selesai, proses selanjutnya adalah mengalirkan gas kota melalui proses aktivasi meter dan konversi kompor yang dilakukan secara bertahap oleh operator PT Pertagas Niaga sejak bulan Desember 2018. “Pertagas Niaga akan menjadi pelaksana untuk proses konversi tersebut dengan memodifikasi kompor gas yang telah dimiliki warga,” papar Linda.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan, pembangunan jargas ini juga menjawab keluhan masyarakat yang kadang merasa kesulitan memperoleh BBM dan LPG 3 kg. “Mereka tahunya Kaltim kaya migas, tapi orang harus mengantri di SPBU. Tabung LPG 3 kg  juga begitu. Mungkin di daerah lain juga sama. Tapi kalau di Kaltim, selalu dihubungkan bahwa Kaltim ini penghasil migas, tapi kok (BBM dan LPG) bisa hilang. Dengan dibangunnya jargas 4.500 SR ini juga menjawab harapan warga Kota Samarinda,” katanya.

Program jargas di Kota Samarinda dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas alam bagi kebutuhan rumah tangga dan pelanggan kecil guna mengurangi biaya subsidi LPG. Selanjutnya, PT Pertamina melalui PT Pertamina Gas dan PT Pertagas Niaga ditugaskan  Pemerintah untuk membangun, mengelola serta mengembangkan jargas di kota ini.

Pemerintah menghimbau masyarakat  untuk turut serta merawat jargas di rumahnya serta melakukan koordinasi dengan tim jargas atau menghubungi Call Center Pertamina di 1-500000 apabila ingin melakukan perubahan atau perbaikan jaringan.

Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019 rencananya akan dibangun sebanyak 78.216  SR jargas di 18 lokasi.

Total jargas yang dibangun di Provinsi Kalimantan Timur  mencapai  34.574 SR yang tersebar di Kota Balikpapan sebanyak 8.849 SR,  Kota Bontang 16.965 SR, Kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 4.260 SR dan Kota Samarinda 4.500 SR.  (TW/WS)