Puasa dan Idul Fitri 1439 H: KESDM Buka Posko Nasional, Konsumsi BBM Naik 15 Persen

Jakarta, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali membuka posko nasional guna memastikan pasokan energi selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H berjalan dengan baik. Posko nasional ini mulai berlaku efektif pada H-15 s.d H+13 lebaran yaitu tanggal 31 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018.

Posko Nasional Sektor ESDM nantinya akan bertugas memantau kondisi terkini terkait pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), Gas (Liquefied Petroleum Gas/LPG, Jaringan Gas, Bahan Bakar Gas/BBG) hingga listrik. Di samping itu, posko nasional juga akan mengantisipasi kebencanaan geologi. 

Apabila terjadi kendala, posko nasional akan menyusun aksi rekomendasi tanggap darurat penanganan kelangkaan pasokan BBM, gas, listrik dan penanganan bencana alam. Bahkan, Menteri ESDM maupun Wamen ESDM dijadwalkan melakukan tinjauan langsung ke lapangan setiap pekan demi mengamankan pasokan energi.

Untuk mendapatkan informasi terkait kejadian real time, posko nasional juga menyediakan layanan pelaporan melalui call center/hotline di beberapa subsektor, antara lain: 
a. BBM/Jargas/LPG, yaitu 021-5276709 (BPH), 1-500-000 (Pertamina) dan 021-531110 (AKR)
b. Ketenagalistrikan, yaitu (kode area)123 
c. Kebencanaan Geologi, yaitu 022-7272606 

Sementara itu khusus BBM dan LPG,  konsumsi BBM secara nasional selama puasa dan Idul Fitri  diperkirakan naik sebanyak 15%. Mengantispasi hal ini, stok dan penyaluran BBM ditingkatkan dari rata-rata harian 90.000 KL per hari menjadi 104.000 KL per hari.

“Kenaikan tertinggi diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik, 9 dan 13 Juni 2018  dengan kenaikan 32% dan 29% dari konsumsi normal. Sedangkan arus balik pada 19 Juni 2018 yang diperkirakan mencapai 28%,” ujar   Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, dalam siaran persnya, Rabu (16/5).

Pertamina, lanjut Adiatma telah mengantisipasi jumlah pemudik tahun 2018 yang diperkirakan meningkat 11-13% dari tahun lalu. Menurutnya jumlah pemudik menggunakan roda dua diperkirakan mencapai 7,67 juta naik dibanding tahun 2017 yang mencapai 6,8 juta. Sementara jumlah pemudik yang menggunakan roda empat diperkirakan mencapai 3,46 juta, naik dari tahun 2017 yang mencapai 3,1 juta. 

Untuk itu, Adiatma menguraikan rincian kenaikan penyaluran harian untuk tiap-tiap jenis BBM. Kenaikan tertinggi terjadi pada BBM jenis pertalite dari 46.000 KL menjadi 55.000 KL (20%), disusul Pertamax dari 15.000 KL  menjadi 18.000 KL (15%), Premium dari 24.000 KL  menjadi 26.000 KL (7%), Pertamax Turbo dari 787 KL menjadi 820 KL (5%), Dexlite dari 1.598 KL menjadi 1.678 KL (5%), Dex dari 485 KL  menjadi 504 KL (4%) serta  Avtur meningkat dari 15.000 KL menjadi 16.000 KL  (5%). Sementara kebutuhan solar diperkirakan turun dari 35.000 ribu KL rata-rata harian menjadi 30.000 KL.

Peningkatan penyaluran LPG pada Puasa dan Idul Fitri 2018 yang diperkirakan puncaknya akan terjadi pada minggu terakhir menjelang Idul Fitri, juga akan dilakukan dengan kenaikan sekitar 17% dari rata-rata harian 23.124 metrik ton menjadi 27.000 metrik ton. Pertamina juga telah meningkatkan ketahanan stok LPG menjadi rata-rata 17,6 hari. 

Dari sisi distribusi, akan disiagakan 3.094 agen LPG PSO dan NPSO serta 31.612 pangkalan LPG PSO di seluruh Indonesia. “Kita juga akan menyiagakan 49 SPPBE Kantong di Pulau Jawa untuk memastikan kelancaran suplai LPG selama arus mudik,” ujar Adiatma. (TW/NA)