Prognosa Investasi Hilir Migas 2019 Capai US$ 993,51 Juta

Jakarta, Prognosa investasi subsektor hilir migas tahun 2019 mencapai US$ 993,51 juta, terdiri dari investasi bidang pengolahan sebesar US$ 519,25 juta, bidang pengangkutan sebesar US$ 54,97 juta, penyimpanan sebesar US$ 21,68 juta, niaga sebesar US$ 10,11 juta serta pembangunan LNG untuk PLN di 4 kota sebesar US$ 387,5 juta.

Menteri Energi dan Sumber Data Mineral Ignasius Jonan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (11/2), menjelaskan, prognosa investasi hilir migas berdasarkan data proses perizinan hilir migas. “Prognosa ini, kami hanya mengumpulkan data proses perizinan yaitu investasi pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, niaga serta pembangunan fasilitas LNG,” katanya.

Investasi bidang pengolahan sebesar US$ 519,25 juta dengan perincian: pembangunan kilang minyak baru di Tuban sebesar US$ 105,5 juta, Pertamina Blue Sky Project di Cilacap sebesar US$ 49,5 juta, RDMP  IV Cilacap sebesar US$ 117,5 juta, RDMP V Balikpapan US$ 233,5 juta dan RDMP VI Balongan US$ 12,25 juta.

Investasi bidang pengangkutan sebesar US$ 54,97 juta, terdiri atas Pipa Transmisi Gresik-Semarang US$ 24,55 juta,  Pipa Distribusi Tambak Lorok US$ 2,09 juta, Pipa Distribusi Kendal US$ 0,09 juta, Pipa Distribusi Demak 0,22 juta,Pipa Distribusi BOB Siak US$ 9,92 juta, Pipa Distribusi Kuala Tanjung US$ 7,85 juta, Pipa Transmisi Duri-Dumai US$ 5,37 juta, Pipa Distribusi WNTS- Pemping  Pipa Distribusi Purwakarta-Subang US$ 4,88 juta.

Selanjutnya, investasi bidang penyimpanan dengan total US$ 10,11 juta, terdiri dari PT Rahardja Wirasakti Jaya Mandiri  (BBM) di Bangka sebesar US$ 5,49 juta,  PT Pertamina Patra  Niaga, (LPG Depot) di  Lombok sebesar US$ 15,41 juta dan  PT Ghony Persada  (LPG SPBE) di Brebes sebesar  US$ 0,78  juta.

Investasi bidang niaga dengan total US$ 10,11 juta dengan perincian:

  1. Niaga BBM di Jakarta yaitu PT Petro Energy, PT Walinusa Energi, PT Masinton Dirgantara Petroindo Raya, PT Masinton Abadi Sentosa dan PT Bayu Energi sebesar US$ 4,33 juta.
  2. Niaga BBM di Batam yaitu PT Mitra Andalan Batam sebesar US$ 1,39 juta.
  3. Niaga BBM di Palu Donggala yaitu Sulawesi Bunker Terminal  sebesar US$ 1,83 juta.
  4. Niaga Gas Bumi di Jakarta yaitu PT Pertagas Niaga, PT Pertamina Gas, PT Rabana Gasindo Makmur sebesar US$ 0,89 juta.
  5. Niaga CNG di Jakarta yaitu PT Delta Prima Gas sebesar US$ US$ 0,02 juta.
  6. Niaga CNG di Bandung yaitu PT Migas Hilir Jabar sebesar US$ 1,38 juta.
  7. Niaga LPG di Bantul yaitu PT Bintang Buana Energi sebesar US$ 0,27 juta.

Terakhir, investasi pembangunan fasilitas LNG untuk PLN di 4 kota sebesar US$ 387,5 juta yaitu Krueng Raya, Nias sebesar US$ 37,5 juta, MPP NTT sebesar US$ 150 juta dan Nabire, NTT sebesar US$ 200 juta.  “Sekarang ini sedang dalam tahap lelang,” kata Menteri ESDM.  (TW)