Pelantikan 11 Pejabat Struktural di Lingkungan Kementerian ESDM

Jakarta, Bertempat di Ruang Sarulla Kementerian ESDM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Senin (12/8), melantik dan mengambil sumpah 11 pejabat struktural di lingkungan Kementerian ESDM dan SKK Migas. Pejabat yang dilantik terdiri dari 1 pejabat promosi (setara Eselon II) di SKK Migas dan 1 pejabat Administrator (Eselon III) serta 9 Pejabat Pengawas (Eselon IV).

Pejabat setara Eselon II yang dilantik adalah Fatar Yani Abdurrahman sebagai Wakil Kepala SKK Migas, menggantikan Sukandar yang memasuki masa pensiun.

Sementara pejabat lain yang dilantik:
1. Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc., sebagai Kepala Subdirektorat Kerja Sama
Ketenagalistrikan pada Ditjen Ketenagalistrikan KESDM.
2. Ikhsan, S.T., sebagai Kepala Subbagian
Analisis dan Evaluasi Unsur Pendukung pada Setjen KESDM.
3. Supriyadi, S.T., sebagai Kepala Seksi
Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Minyak dan Gas Bumi pada Ditjen Migas.
4. Ir. Muhammad Dulpi, M.K.K.K., sebagai Kepala Seksi Keteknikan Minyak dan Gas
Bumi pada Ditjen Migas.
5. Agung Catur Guntoro, S.T., sebagai Kepala Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi pada Ditjen Migas.
6. Yanuar Imamsyah, S.Kom., sebagai Kepala Seksi Bimbingan Pengelolaan Barang Operasi Usaha Batubara pada Ditjen Minerba.
7. Ir. Didi Sukaryadi, Dipl.Gthm., sebagai Kepala Subbidang Analisis dan Evaluasi pada BPSDM.
8.Handoko, S.S.T., sebagai Kepala Subbidang Perencanaan Pengembangan
Sumber Daya Manusia pada BPSDM
9. Dra. Afri Ngudiarti Restuti sebagai Kepala Subbagian Fasilitasi Pengawasan Pemanfaatan Energi pada Sekretariat Dewan Energi Nasional.
10. Kasim Hehanussa, S.T., M.Eng., sebagai
Kepala Seksi Pengaturan Ketersediaan Bahan Bakar Minyak pada BPH Migas.

"Saya mengucapkan selamat kepada 11 orang yang dilantik. Ini semua merupakan promosi. Promosi ini hanya menggantikan yang pensiun dan meninggal dunia," ujar Menteri Jonan mengawali sambutannya.

Pelantikan ini diharapkan dapat membawa perbaikan kinerja di unit kerja masing-masing. "Pelantikan ini terakhir yang diambilkan dari jalur senioritas. Setelah ini tidak ada lagi. Kita mulai kembali ke jalur yang harus berkompetisi melalui jalur assessment murni," tambahnya.

Visi Pemerintah dalam 5 tahun ke depan adalah pengembangan sumber daya manusia. Oleh karena itu, Jonan meminta agar SKK Migas mendorong KKKS untuk mengembangkan tenaga kerja dari Indonesia, terutama tenaga kerja yang tinggal di sekitar daerah operasi migas, terutama lapangan migas skala besar seperti Lapangan Abadi dan Blok Masela.

"Kalau masyarakat sekitar ini tidak merasakan pembangunan yang kita lakukan, itu tentunya gejolak sosialnya nanti bisa serius di dalam pengoperasiannya di kemudian hari," ujar Menteri Jonan.

Pengembangan SDM di daerah lokasi pertambangan migas, mineral maupun kelistrikan ini, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan badan usaha serta masyarakat sekitar. (TW)