Pasokan BBM Tol Semarang Hingga Probolinggo Aman, Siap Sambut Pemudik

Surabaya, Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jalur Tol Trans Jawa dari Semarang, Surabaya hingga Probolinggo dalam keadaan aman serta siap menyambut masyarakat yang akan mudik libur Hari Raya Idul Fitri 2019. Ketersediaan pasokan BBM rata-rata mencapai 20 hari.

Demikian benang merah pemantauan kesiapan pasokan BBM di jalur tol Semarang hingga Probolinggo yang dilakukan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto didampingi Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfons, Rabu (22/5).

Dalam pemantauan ini, Dirjen Migas mengunjungi SPBU yang termasuk dalam Marketing Operation Region IV Jateng DIY yaitu SPBU KM 429 dan SPBU Modular KM 487. Sedangkan untuk wilayah MOR V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, SPBU yang dikunjungi adalah SPBU Serambi Pertamax KM 626, SPBU KM 725 serta SPBU Modular KM 64 Probolinggo.

Dirjen Migas juga menyempatkan melihat sarana dan fasilitas lainnya yang berada di SPBU-SPBU tersebut, diantaranya Motorist BBM, Kios BBM Kemasan, Mobile Dispenser, juga Pos Kesehatan di Rumah Pertamina Siaga.

Djoko Siswanto mengatakan, Pemerintah sejak awal telah mengantisipasi banyaknya pemudik yang akan menggunakan tol baru ini. Oleh karena itu, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan pasokan BBM di jalur ini dalam keadaan cukup.

"Kita mengecek kesiapannya (pasokan BBM). Pak Menteri (ESDM) kan sudah tuh, (mengecek) dari Surabaya ke Semarang. Sekarang dari Semarang ke Surabaya. Kita lihat sendiri, Pertamina sudah siap. Stok semua SPBU sudah dipenuhi," papar Djoko.

Dikatakan Djoko, tahun ini untuk pertama kalinya pemudik menggunakan Tol Trans Jawa secara terintegrasi. Hal ini menjadi tantangan bagi Pertamina untuk membuktikan kehandalannya menyediakan fasilitas alternatif pengisian BBM baik di rest area permanen maupun di rest area non permanen.

Untuk meningkatkan kepastian pasokan BBM, pada tahun ini mulai diperkenalkan SPBU Modular yaitu SPBU non permanen yang dilengkapi dengan 2 buah tangki 10 KL dan dua dispenser, sehingga satu modular dapat menjual 2 jenis BBM.

"Di sepanjang jalan tol, nanti kita sediakan ada SPBU Modular yang dilengkapi tangki. Tangki BBM yang berjalan itu, juga bisa mengisi langsung ke mobil. Juga ada SPBU Modular Kompak yang dilengkapi 1 dispenser. Nanti juga ada motor pembawa BBM yang bisa mengangkut 60 liter. Semuanya kita kerahkan (untuk memenuhi pasokan BBM)," ungkap Djoko.

GM Marketing Operation Region IV Jateng DIY, Iin Febrian menambahkan, untuk menghadapi peningkatan kebutuhan BBM, Pertamina akan mengoperasikan 3 SPBU Reguler di rest area KM 360 B, KM 379 A dan KM 389 B di puncak arus mudik, yaitu 30 Mei 2019. "Ruas tol sepanjang 279 km yang melintasi Jawa Tengah, kebutuhan BBM-nya disangga oleh 6 SPBU reguler. Oleh karena itu, kami menyediakan tambahan 15 kios sebagai alternatif sarana pengisian BBM bagi pemudik," ungkap Iin.

Berdasarkan data konsumsi BBM di tahun-tahun sebelumnya, lanjut Iin, diperkirakan konsumsi gasoline (premium dan perta series) tertinggi akan terjadi di H-1 dan H+4 lebaran, sementara untuk konsumsi gasoil (solar dan dex series) akan terjadi di H+1. "Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, maka Pertamina juga menyediakan beberapa strategi untuk menjamin ketersediaan BBM, seperti mengoperasikan 7 Terminal BBM di MOR IV selama 24 jam" ujar Iin.

Sementara untuk kesiapan BBM di wilayah Jawa Timur, GM Marketing Operation Region V Jatimbalinus, Werry Prayogi, menjelaskan, Pertamina menyiapkan 11 SPBU + 1 KiosK di jalur tol sepanjang Surabaya - Solo. Sementara di jalur tol Surabaya - Malang dan Surabaya - Probolinggo disiapkan 7 SPBU + 1 KiosK. SPBU tersebut ada yang berupa SPBU reguler maupun SPBU modular.

Kenaikan konsumsi di Jatim diperkirakan sebesar 12% untuk produk gasoline. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 29 Mei 2019 dan Jumat, 31 Mei 2019, di mana peningkatan konsumsi gasoline dapat mencapai 41%. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari Sabtu-Minggu tanggal 8-9 Juni 2019 dan puncak berikutnya di 15-16 Juni 2019.

Sementara untuk konsumsi produk gasoil diprediksi mengalami penurunan konsumsi sekitar 8%. Penurunan terbesar pada H-7 s.d H+7 masa lebaran seiring larangan beroperasi kendaraan berat.

Selain mengecek kesiapan di SPBU, Dirjen Migas juga melakukan kunjungan ke kantor MOR V Surabaya. Di tempat ini, Djoko berkesempatan melakukan video conference dengan para petugas Posko Nasional Sektor ESDM di Jakarta. (TW)