Lebih Murah, Pemerintah Dorong Pembangunan Jargas

 

Jakarta, Penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar untuk memasak, memberikan penghematan yang cukup besar bagi rumah tangga yaitu sekitar Rp 30.000  per bulan. Karena itulah, Pemerintah terus berupaya menambah infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di daerah yang dekat dengan sumber gas atau memiliki infrastruktur gas bumi.

“Kita mendorong  pembangunan jargas karena (bermanfaat) bagi masyarakat jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan LPG,” ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar usai Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (11/2) petang.

Berdasarkan data, kebutuhan LPG  subsidi dengan tabung ukuran 3 kg secara nasional mencapai lebih dari 6,5 juta ton per tahun. Namun, produksi gas LPG 3 kg secara nasional baru mampu mencapai 2 juta hingga 2,5 juta ton. Sehingga sebanyak 4,5 juta ton LPG  harus diimpor. Apabila tiap rumah tangga menggunakan 3 - 4 tabung, sedikitnya subsidi yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 60.000 – Rp 80.000 per rumah tangga per bulan. Dengan menggunakan jargas, rumah tangga bisa menghemat sekitar Rp 30.000 per bulan.

“Dengan menggunakan gas bumi, dapat menekan impor LPG. Kalau kita lihat, 1 mmscfd dapat mengaliri sekitar 35.000 hingga 45.000 sambungan rumah (SR). Lebih hemat (dibandingkan impor LPG),” katanya.

Pembangunan jargas merupakan program berkelanjutan Pemerintah yang telah dilaksanakan sejak tahun 2009 yang bertujuan memberikan bahan bakar yang murah, bersih, aman dan ramah lingkungan kepada masyarakat.

Hingga tahun 2018, jumlah SR yang dibangun mencapai 325.773 SR di 16 provinsi yang tersebar di 40 kabupaten/kota.  Untuk tahun 2019, direncanakan sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi yaitu Kabupaten Aceh Utara (5.000 SR),  Kota Dumai (4.300 SR), Kota Jambi (2.000), Kota Palembang (6.000 SR), Kota Depok (6.230 SR), Kota Bekasi (6.720 SR), Kabupaten Karawang (2.681 SR), Kabupaten Purwakarta (3.765 SR), Kabupaten Cirebon, (6.520 SR), Kabupaten Lamongan (4.000 SR), Kota Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Pasuruan (4.000 SR), Kabupaten Probolinggo (4.000 SR), Kabupaten Banggai (4.000 SR),  Kabupaten Wajo (2.000 SR) dan Kutai Kartanegara (5.000 SR). (TW)