Lantik 15 Pejabat Eselon I dan II, Menteri ESDM: Jaga Integritas dan Laksanakan Tugas Untuk Kepentingan Organisasi

 

Jakarta,  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif melantik dan mengambil sumpah Ir. Rida Mulyana, M.Sc., sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM dan  14  Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ESDM, di mana empat diantaranya bertugas di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Selasa (9/8). Dalam kesempatan tersebut, Menteri ESDM meminta agar para pejabat menjaga integritas dan berkomitmen melaksanakan tugas untuk kepentingan organisasi.

Keempat pejabat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang dilantik adalah:

  1. Ir. Mustafid Gunawan, M.E., sebagai Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Mustafid sebelumnya menjabat sebagai  Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
  2. Noor Arifin Muhammad, S.T., M.SIE., sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Sebelumnya ia menjabat sebagai  Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi.
  3. Laode Sulaeman, S.T., M.T.,  sebagai  Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi. Laode sebelumnya menjabat sebagai  Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi.
  4. Ariana Soemanto, S.T., M.T., sebagai Kepala Balai Besar Pengujisn Minyak dan Gas Bumi. Ini merupakan promosi bagi Ariana yang sebelumnya menjabat sebagai Fungsional Humas Ahli Madya pada Setjen Kementerian ESDM.

Sementara Ir. Dwi Anggoro Ismukurnianto, M.Sc., yang sebelumnya menjabat sebagai  Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi, mendapat tugas baru sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menteri ESDM mengingatkan  seluruh pejabat dan jajaran Kementerian ESDM untuk tetap menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan serta berkomitmen melaksanakan tugas untuk kepentingan organisasi. “Pimpinan Kementerian ESDM akan selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja dan jabatan saudara. Di samping itu, keteladanan seorang pemimpin diperlukan dalam setiap organisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut  Menteri ESDM menyampaikan  bahwa krisis global yang berkepanjangan berpengaruh terhadap sektor energi dalam negeri, di mana sektor ESDM harus mampu menyediakan kebutuhan energi bagi masyarakat dan terjangkau oleh masyarakat. Sementara, harga energi global saat ini sangat tinggi sehingga berdampak terhadap harga energi dalam negeri.  Nilai impor yang signifikan untuk komoditas minyak bumi, BBM dan LPG, baik dari sisi volume maupun harga, mengakibatkan APBN semakin tertekan untuk beban subsidi dan kompensasi.

“Untuk itu, saudara-saudara agar cepat melakukan terobosan-terobosan dan mengambil langkah-langkah yang dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut termasuk dengan melakukan percepatan pengembangan energi baru terbarukan, mewujudkan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi dan mendorong pemanfaatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, karena kita sudah mendekati tahun 2025 untuk mencapai bauran energi baru dan terbarukan 23%,” kata Menteri Arifin.

Menteri ESDM juga mengingatkan agar tetap dibangun dan diperkuat sinergi antar unit maupun stakeholder dalam menghadapi berbagai permasalahan sektor ESDM. (TW)